Kasus Perjudian Berkedok Permainan Disidangkan, Keluarga Terdakwa Histeris

MEDAN, REPORTASE.TV – isak tangis mewarnai persidangan 10 terdakwa perjuadian berkedok game ketangkasan Game Nemo, di Pengadilan Negeri Medan, Sumatera Utara, Kamis (16/10/2017).

Keluarga menuntut Majelis Hakim untuk membebaskan para terdakwa. Pasalnya, kasus dugaan perjudian yang dituduhkan penyidik kepolisian ini sudah dituntaskan dalam sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Stabat. Dalam sidang praperadilan tersebut, para terdakwa dinyatakan bebas.

Sidang beragendakan eksepsi, atau penolakan terdakwa ini tetap dijalankan. Majelis Hakim dari Pengadilan Negeri Medan memberikan waktu lima hari pada jaksa penuntut umum untuk memberikan dakwaan.

Usai memberikan berkas eksepsi, kuasa hukum terdakwa menyatakan kekecewaannya atas proses hukum yang dilakukan pihak kepolisian.

“Mereka (terdakwa) dilimpahkan ke sini (Pengadilan Negeri Medan) juga sudah tidak sah. Cuma, kita sebagai penegak hukum kooperatif oleh karena sudah dilimpahkan ke PN Medan. Kita mengerti bahwa menurut Undang-Undang kekuasaan kehakiman bahwa Pengadilan Negeri tidak boleh menolak. Jadi, kita ikuti persidangan hari ini, dengan kita munculkan fakta hukum bahwa putusan ini sudah ada,” ujar Andi, kuasa hukum para terdakwa.

Kasus ini berawal dari penggerebekan dugaan lokasi perjudian berkedok permainan ketangkasan, super nemo di Stabat, Kabupaten Langkat. Sepuluh  orang pegawai dan pengunjung ditangkap polisi. Namun, dalam prosesnya pihak kepolisian dinilai tidak memiliki bukti terkait aktivitas perjudian. Kasus ini pun sudah menempuh praperadilan,  dan para terdakwa dinyatakan bebas oleh Pengadilan Negeri Stabat. Bahkan, hasil praperadilan menuntut pihak kepolisian untuk membayar ganti rugi.(Erl)