Kebhinekaan Dalam Peradaban Bangsa dan Negara Berlandaskan Agama : Oleh Asip Suyadi, S.H., M.H. (Dosen FH UNPAM)

Asip Suyadi, S.H., M.H. (Dosen FH UNPAM)
Asip Suyadi, S.H., M.H. (Dosen FH UNPAM)

Reportase.tv Pamulang – Mengacu pada UUD 1945 pasal 29 ayat 2 yang memiliki makna bahwa negara menjamin kemerdekaan penduduknya untuk beragama dan beribat. Artinya, negara akan melindungi, menjamin, membina, dan mengarahkan kehidupan beragama sesuai dengan kepercayaan yang dianutnya.

Jadi sesuai dari semboyan Bhineka Tunggal Ika, bahwa berbeda-beda kita tetap satu jua, yang mana negara Indonesia termasuk negara majemuk dengan berbagai macam budaya dan agama kepercayaan yang berbeda.

Dalam kemajemukan itu, pasti ada saja berbagai macam karakter di setiap individu, nah, peran agama inilah yang sebaiknya mengajarkan suatu kebaikan, persaudaraan, dan kekeluargaan, agar terciptanya suatu kerukunan, selayaknya harus diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat, Hubungan Vertikal dan Horizontal itu harus seimbang, namun jangan sampai agama digunakan sebagai alat politisasi untuk kepentingan segelintir kelompok ataupun orang, kalau itu sudah pasti agak menyimpang dari UUD Pasal 29 Ayat 2.

Pemerintah bertugas memberikan bimbingan dan juga pembinaan pada seluruh agama di Indonesia tanpa membedakan dan juga bertugas menjamin keamanan, kenyamanan beragama masyarakatnya serta memelihara kerukunan antarumat.

Selain itu negara juga berfungsi melakukan pengawasan kehidupan beragama masyarakatnya agar terhindar dari pelanggaran HAM, aliran sesat, atau kepercayaan lain yang menyesatkan dan merugikan individu maupun negara. Artinya sesama umat beragama harus saling pengertian, saling menghormati, menghargai kesetaraan dalam pengamalan agamanya dan kerja sama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, juga bernegara.

Bahwa Agama sangat berperan dalam membentuk karakter bangsa yang bermartabat, mengapa demikian,? Karena agama didalamnya tidak hanya mengajarkan Aqidah dan Ibadah saja, tapi agama juga mengajarkan umatnya itu untuk bermu’amalat, artinya agama mengjarkan kepada umatnya untuk hidup berdampingan dengan masyarakat lain dalam wadah kebhinekaan.

Disamping itu agama juga mengajarkan kepada umatnya itu Ahlaqul qarimah artinya berprilaku baik, sopan, santun dan sebagainuya, sehingga dengan demikian melalui agama dapat dipastikan sangat berperan dalam proses pembentuan karakter bangsa. (Red)