Kemarau Panjang, Santri Ponpes Tahfiz Gelar Doa Bersama Minta Hujan

Reportase.tv Ajibarang – Kekeringan di wilayah Kabupaten Banyumas sudah sangat parah, agar turun hujan, ratusan Santri di Kabupaten Banyumas, Minggu (08/9/2019) Menggelar Doa bersama dan tanam pohon.

Doa bersama minta hujan ini digelar di Masjid Pondok Pesantren Tahfiz Muslimin Desa Tiparkidul Kecamatan Ajibarang Banyumas yang di ikuti ratusan santri dengan membawa bibit tanaman.

Doa dipimpin langsung oleh Ustad Muslimin yang merupakan Pimpinan Pondok pesantren tersebut. Doa digelar karena melihat kondisi kekeringan yang melanda kabupaten Banyumas semakin parah.

Sebagai syarat sahnya doa, Pimpinan Pondok dan santri membawa bibit pohon berbagai macam. Tanaman-tanaman itu kemudian di bawa ke belakang ponpes dan kemudian di tanam di areal belakang pondok yang kering.

Tanaman ini di tanam sebagai simbol agar hujan turun. Hal ini dikarenakan tidak hanya manusia yang butuh hujan, tanaman pun membutuhan air.

Menurut santri, kegiatan ini sebagai pendidikan yang benar mengenal tata cara doa bersama untuk mememinta hujan sesuai ajaran agama islam. Digelarnya kegiatan ini semoga tuhan segera mengabulkan dan hujan segera turun.

Salah satu santri Tahfiz bernama iksfi mengaku, “saya bersama santriawan dan santriwati berdoa bersama meminta hujan karena diwilayah saya musim kemarau sudah sangat parah hingga ada kebakaran hutan.”

Hal serupa juga di nyatakan zidane, “musim kemarau diwilayah saya juga sudah sangat parah dan cuaca panas, sampai-sampai pondok saya kekurangan air. Bahkan hingga melakukan pengeboran juga tidak keluar air. Keinginan saya supaya cepat turun hujan setalah di lakukan doa bertsama ini.”

Menurut pimpinan Ponpes Tahfiz, Muslimin, selama ini meminta hujan dengan cara yang tidak sesuai ajaran islam. Tujuan doa ini untuk memperkenalkan kepada santri agar bisa mengetahui jika hujan datangnya dari allah, dan meminta diturunkan hujan juga kepada allah.

“Baru saja di pondok kita menggelar doa bersama karena telah terjadi bencana kekeringan yang sudah sangat parah, yang berakibat penyebaran penyakit. Selain Doa bersama, saya bersama santri menanam pohon meniru zaman nabi nuh dan ternayata penanaman pohon itu menjadi pancingan agar tuhan segera menurunkan hujan.” Jelas Muslimin. (Kus/Sfy)