Kemenparekraf Fasilitasi Pendaftaran Sertifikasi Indikasi Geografis Kopi Arabika Banjarnegara

Bupati Banjarnegara bersama Pejabat Kemenparekraf berfoto bersama usai pembukaan acara.(foto/doc)

Reportase.tv,Banjarnegara – Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) bersama sejumlah kementerian dan lembaga terkait menfasilitasi Pendaftaran Indikasi Geografis Kopi Arabika Pegunungan Dieng Banjarnegara. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua hari 23 hingga 24 September 2020.

“Ini merupakan langkah nyata penguatan kekayaan intelektual untuk melindungi kopi khas pegunungan Dieng Banjarnegara sekaligus  untuk melindungi kekayaan intelektual bidang pariwisata dan ekonomi kreatif serta meningkatkan nilai komoditas kopi dari Banjarnegara,” kata kepala bidang  Penyelesaian Sengketa Kekayaan Intelektual Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kedeputian Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenko Marves Ervan Susilowati Kamis (24/9/2020).

Susi menjelaskan, Kabupaten Banjarnegara mempunyai berbagai potensi Indikasi Geografis (IG) lainnya seperti Durian Simimang, Salak dan Kentang Kuning Dieng. Potensi tersebut juga harus mendapatkan perlindungan kekayaan intelektualnya dari segi IG, jika memang terbukti mempunyai karakteristik asal yang berkualitas.

“Penguatan tidak hanya menargetkan sertifikat IG, namun juga mencakup peningkatan terhadap SDM maupun pengembangan produk IG tersebut kedepannya. Sehingga kedepannya akan banyak akses permodalan yang di dapatkan oleh para pemilik IG untuk mempertahankan kualitas dan peningkatan SDM IG,”  papar Kabid Susi.

Keterlibatan dan dukungan penuh dari seluruh pihak terkait sangat dibutuhkan, sebab IG tak hanya melindungi kopi khas daerah setempat namun juga mendorong lahirnya produk terbaik yang di masa mendatang akan menjadi dasar pengembangan wisata IG, mencakup konsep agrowisata, eduwisata IG, hingga mobil wisata produk IG.

Dukungan dari Kemenko Marves mendapat apresiasi dari Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono.  Menurutnya kualitas kopi di Banjarnegara yang sudah bagus memang harus terus didukung dari berbagai sisi oleh semua pihak, sehingga kemajuan Banjarnegara akan terus meningkat di berbagai sisi.

“Dengan Infrastruktur yang semakin baik, maka mobilitas masyarakat juga akan meningkat, sehingga pastinya secara riil menunjang pembangunan di sektor ekonomi dan pertanian,” katanya

Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 50 peserta yang terdiri dari pengurus dan anggota MPIG (Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis) Kabupaten Banjarnegara.

Sementara itu, Sekretaris Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf, Ahmad Rekotomo, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman terhadap seluruh masyarakat Banjarnegara, khususnya Masyarakat Peduli Indikasi Geografis (MPIG) bahwa Indikasi Geografis yang dimiliki secara komunal adalah sesuatu yang berharga dan dapat dikomersialisasi.

“ Kita juga akan memfasilitasi anggota untuk menyusun dokumen Deskripsi Kopi Arabika Pegunungan Dieng Banjarnegara yang diperlukan untuk pendaftaran ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum dan HAM RI, sehingga komoditas Banjarnegara yang satu ini bisa di ekspor” katanya.(ahr)