Ketua RT : Terduga Teroris Beserta Istri Selalu Menghindar Saat Ditanya Identitas

Densus 88 Mabes Polri Menggeledah Kontrak Terduga Teroris dan Menyita Sejumlah Barang Bukti (Foto: L/J)

Reportase.tv Depok, – Pasca penangkapan dan penggerebekan di rumah kontrakan di Kampung Kebon Duren RT03/07 Kelurahan Kalimulya, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, terduga teroris Bowi dikenal warga tertutup, Senin (20/5/).

Ketua RT03/07 Kelurahan Kalimulya, Agus Wayulo membenarkan kalau terduga teroris Bowi beserta sang istri sangat tertutup dengan warga sekitar. Lebih parah, mereka (kedua) kerap menghindar saat ditanya identitasnya.

“Terduga beserta istrinya saat diminta identitas seperti Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) selalu menghindar. Mereka juga jarang bergaul dengan warga,” ucap Agus kepada wartawan.

Sebelumnya, seorang terduga teroris Bowi diringkus Tim Densus 88 Polri di Gang Remaja Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat, Senin (20/5/).

Paur Humas Polresta Depok Ipda Made Budi mengatakan, pelaku ditangkap saat sedang berjalan di lokasi tersebut.

“Sekira pukul 13.00 WIB dilakukan penangkapan oleh Densus 88 Mabes Polri terhadap terduga teroria Bowi di Gang Remaja Kelurahan Mampang saat sedang dijalan,” kata Made saat dihubungi wartawan, Senin (20/5/).

Dari pengakapan tersebut Tim Densus 88 kemudian melakukan penggeledahan di rumah kontrakan Bowi yang terletak di Kampung Kebon Duren RT03/07 Kelurahan Kalimulya, Kecamatan Cilodong, Kota Depok. Di rumah kontrakan itu tinggal istri ke-3 terduga Bowi yang bernama Triya.

“Ketika dilakukan penggeledahan di rumah istri ketiganya rumah dalam keadaan kosong dan sudah ditinggalkan sejak hari Minggu tanggal 19 Mei 2019 pukul 08.00 WIB,” ujarnya.

Made menuturkan, dari penggeledahan Tim Densus 88 hanya menemukan 2 buah Buku Jihad. “Pelaku diduga terlibat dalam latihan perang sejak tahun 2017,” pungkasnya. (jan/ltf)