Ketum Partai Emas Menilai Langkah PSBB yang Diambil Anies Sudah Tepat

Hasnaeni atau yang karib disapa 'Wanita Emas' (foto: Ist)

Reportase.tv, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali memperketat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Alasannya, jumlah laju persebaran Covid-19 terus bertambah di Ibu Kota.

Ketua Umum Partai Era Masyarakat Sejahtera (Emas), Hasnaeni mendukung langkah mantan yang dilakukan Anies. Menurutnya, langkah yang diambil mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut telah tepat.

“Saya cukup apresiasi keputusan Pak Gubernur. Sebab apa yang dilakukan itu sangat baik.┬áKalau tidak dilakukan PSBB, itu akan meningkat angka Covid-19 ini,” ujar Hasnaeni dalam keterangan tertulisnya, Selasa (15/9)

PSBB total, kata Anies, diperlukan guna menekan angka kasus positif dan risiko kematian akibat wabah virus corona. Menurutnya, wajib diutamakan dibanding apapun.

“Saya kira nyawa itu lebih penting. Tak bisa dibeli. Sementara uang itu bisa dicari,” katanya.

Hasnaeni juga turut mendukung kebijakan Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah yang juga diberlakukan Anies. Langkah tersebut dipandang sebagai salah satu cara meminimalisir penyebaran Covid-19.

“Orang boleh berkantor di rumah. Jadi inilah masukan buat pemerintah pusat, diizinkan orang berkantor dari rumah. Karena ini bencana dunia, bukan Indonesia saja,” tuturnya.

Seiring dengan itu, Hasnaeni pun berharap agar pemerintah membantu para pengusaha yang mematuhi kebijakan WFH. Yakni dengan membuat kebijakan subsidi atau pengurangan tagihan sewa kantor.

“Lalu orang yang menyewa kantor gedung itu, kalau bisa orang hanya bayar 20 persen saja. Apakah itu disubdsidi pemerintah pusat, atau bagaimana,” jelasnya.

Mengingat, saat PSBB total dipatuhi melalui WFH, seharusnya biaya sewa menjadi lebih murah. Karena bagaimanapun, kata Hasnaeni, dampak pandemi sangat dirasakan oleh seluruh kalangan, termasuk pengusaha.

“Karena ini teramat dirasakan para pengusaha, termasuk saya. Kita tidak berkantor tapi disuruh bayar full. Kita sebenar maklum karena mereka tidak memiliki pendapatan lain, karena itu kita ditekan. Jadi ini simalakama,” pungkas perempuan yang dijuluki “Wanita Emas” ini.