Kiai Maman dan Ustad Yusuf Mansur Tegaskan Jokowi Memperjuangkan Islam dan Pancasila

JAKARTA,REPORTASE.TV — Jokowi tidak sekedar soleh. Ia pun masuk kategori muslih, orang yang memberi manfaat bagi sesama.

Rasulullah bersabda, “ Khairu an-anas anfaumhum lii an-anas, sebaik-baik manusia adalah yang memberi manfaat kepada sesama manusia”.

Demikian dikatakan Direktur Relawan TKN Jokowi Amin, Maman Imanulhaq yang hadir sebagai nara sumber acara Mata Najwa di salah satu TV Nasional, Rabu (13/2) malam.

Maman menambahkan bahwa kesaksiaan Ustadz Yusuf Mansur dalam chatt kepada Tuan Guru Bajang adalah bukti kesolehan Jokowi secara individual. Dan tidak berhenti di sana, Jokowi juga terus memperjuangan tujuan syariat Islam yaitu menegakkan keadilan, memperjuangkan kesejahteraan dan memberi rasa aman dan nyaman kepada seluruh warga negara.

Lalu kenapa Jokowi masih ada yang mempertanyakan keislamannya?. Bahkan menyerangnya sebagai pemimpin yang melakukan kriminalisasi ulama dan menista agama.

Jawabnya, lanjut Maman, ada dua kelompok yang terganggu kepemimpinan Jokowi yang bersih, transparan dan akuntable serta memperjuangkan moderasi Islam yang toleran, ramah dan damai.

Pertama para koruptor yang tidak mau uangnya diambil negara. Jokowi di mata mereka mengganggu praktek korup yang selama ini dipraktekkan mereka dalam prmerintahan dan proyek-proyek pembangunan.

Kedua kaum radikal yang tidak legowo atas keberpihakan Pak Jokowi pada kelompok moderat yang mengusung nilai moderasi Islam dan teguh pada ideologi negara yaitu Pancasila.

Dua kelompok ini yang selalu bikin isu sara dan menebar politik identitas.

Deklarasi Alumni

Sementara itu saat menerima beberapa organ relawan yang hendak mengadakan deklarasi Alalumni seperti Atmajaya, IPB, alumni SMA se-Solo Raya dan Anak Republik di Kaltim Maman menegaskan bahwa Jokowi tegak lurus memperjuangkan nilai keislaman dan kebangsaan.

Tokoh ulama muda NU ini mengatakan bahwa mayoritas umat Islam di Indonesia adalah penganut Islam ahlussunah wal jamaah yang moderat, toleran dan berprinsip “hubbul wathon minal Iman”, mencintai tanah air adalah komitmen keimanan.

“Dukungan kelompok mayoritas umat Islam moderat dan kelompok non muslim semakin menguat kepada Jokowi-Amin. Musuh kita adalah kelompok transnasional seperti HTI dan transaksional yang dibiayai para koruptor,” tegas Maman.

 

Yohan