Kisah Pasien Corona Yang Sembuh: Semua Orang Mesti Bahu-Membahu

Reportase.tv Bandung –┬áCovid-19 tidak melulu bicara soal korban tewas, namun ada kesadaran bersama menyelamatkan nyawa manusia.

Di Bandung, ada seorang Yusuf Ridwansyah, pasien positif COVID-19 di Jawa Barat (Jabar) yang telah diizinkan pulang oleh pihak Rumah Sakit Umum Pusat dr. Hasan Sadikin setelah dinyatakan pulih.

Dia adalah satu dari sekian banyak warga Jawa Barat yang dinyatakan positif terpapar virus Corona (COVID-19)

Yusuf bercerita, awalnya dia melakukan tes swab dan proses PCR (Polymerase Chain Reaction) sebanyak tiga kali di RSUP dr Hasan Sadikin. Hasil tes pertama adalah positif. Sedangkan, hasil tes kedua dan ketiga, negatif.

“Saya pernah jadi angka ke-11 di Jawa Barat, ke seratus tiga puluh sekian di Indonesia. Semoga tidak jadi sekadar angka, karena itu adalah manusia yang tengah berjuang melawan virus, bagaimanapun keadaannya,” ucap Yusuf seperti dikutip dari laman resmi Humas Jabar (humas.jabarprov.go.id), Jumat (3/4/2020).

“Saya pun turut bahagia, bisa meningkatkan kualitas angka-angka dengan berkontribusi terhadap jumlah pasien yang dinyatakan sembuh. Ini berita bahagia, karena coronavirus tak hanya tentang kematian. Tapi ada kehidupan di dalamnya,” tambahnya.

Sebelum dinyatakan positif COVID-19, kata Yusuf, ia tak mengalami gejala-gejala terinfeksi Severe Acute Respiratory Syndrome Virus (SARS-CoV-2), virus penyebab COVID-19.

Namun, Yusuf sadar bahwa dirinya memiliki interaksi sosial tinggi dan rentan terpapar virus. Dia kemudian memutuskan mengikuti proaktif tes yang diselenggarakan Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jabar, Minggu (14/3/20).

“Saya pasien positif ke-11 di Jabar. Saya tidak langsung ke rumah sakit, bukan karena apa-apa, cuma kamar isolasinya penuh,” ucapnya.

“Saya dijemput pakai ambulans lengkap (sehari setelah dinyatakan positif). Supir dan pendamping semua pakai Alat Pelindung Diri (APD) lengkap. Saya masuk ambulans dan tidak berbicara apapun,” imbuhnya.

Menurut Yusuf, tenaga kesehatan yang menangani COVID-19 paham betul akan prosedur medis. Dari mulai proses penjemputan sampai perawatan. Selain itu, kata dia, dokter dan perawat rutin menginformasikan beberapa hal penting soal COVID-19.

“Kemudian, dokter dan perawat, ngecek suhu, oksigen, itu dua kali satu hari. Cek darah dan macam-macam tiga hari sekali. Cek juga apakah ada pneumonia,” katanya.

Bagi Yusuf, semua orang mesti bahu-membahu melawan COVID-19. Pasien positif dan tenaga medis berjibaku di rumah sakit. Sementara yang lain bertanggung jawab pada diri sendiri, keluarga, rekan, dan lingkungan.

Bentuk tanggung jawab itu terwujud dalam physical distancing sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19. Yusuf tak menganggap terpapar virus corona sebagai aib, dia pun tak khawatir mendapat hukuman sosial dari lingkungan tempat tinggalnya. Bagi dia, kesadaran dan tanggung jawab diri lebih jauh lebih penting.

“Kita punya potensi menularkan ke yang lain. Sebenarnya, penyakit ini bukan penyakitnya tapi penyebarannya. Jadi, kita bertanggung jawab dengan semua sikap kita. Bukan tentang kita, tapi orang sekeliling kita,” katanya.

Selain Yusuf, 10 pasien positif COVID-19 di Jabar sudah dinyatakan sembuh. Adapun di Indonesia, hingga Jumat (3/4/2020), sudah lebih dari 100 pasien positif COVID-19 dinyatakan telah pulih. (Tata)