Klaim Sepihak Paslon, Timsus 1901 Kita Percayakan Kepada KPU

Ketua Timsus 1901 Kabupaten Cirebon, Masyhuri Abdul Wahid (foto: Yh)

CIREBON – Situasi politik pasca pemungutan suara Pilpres yang semakin memanas, menimbulkan keprihatinan tersendiri. Kemenangan klaim sepihak paslon diikuti gerakan delegitimasi terhadap penyelenggara Pemilu, dikhawatirkan akan membuat suasana semakin tidak kondusif. Beranjak dari fenomena ini, Timsus 1901 Juara Kabupaten Cirebon berharap semua pihak bisa menahan diri.

Ketua Timsus 1901 Juara Kabupaten Cirebon Masyhuri Abdul Wahid agar upaya deligitmasi proses dan kredibilitas penyelenggara Pemilu segera diakhiri. “Kita percayakan semua proses Pasca pemungutan suara ini kepada KPU dan Bawaslu. Caranya, dengan tetap kritis proporsional. Laporkan setiap kecurangan ke saluran sesuai Undang-Undang, bukan teriak-teriak di medsos,” jelas Masyhuri.

Timsus 1901 mendorong masyarakat untuk mengembalikan kepercayaan kepada KPU dan Bawaslu di semua level tanpa kehilangan daya kritis. “Kami menyerukan gerakan KPK yang merupakan singkatan ‘Kami Percaya KPU’ juga KPB atau Kami Percaya Bawaslu,” tambah Masyhuri.

Menurut mantan wartawan yang akrab disapa Uyi ini, gejala distrusting atau penggiringan opini untuk tidak percaya kepada KPU – Bawaslu akan berdampak pada legitimasi penetapan hasil Pemilu.

“Bahwa ada kesalahan yang merugikan Paslon, ya. Bahwa ada kecurangan yang dilakukan, mungkin juga iya. Tapi tidak lantas membuat seluruh proses dianggap salah dan semua penyelenggara melakukan kecurangan. Semuanya perlu pembuktian lewat mekanisme yang berlaku. Ada Undang-Undang 7 tahun 2017, ada PKPU, Perbawaslu dan Peraturan DKPP,” jelas Uyi.

Saat ini, muncul istilah-istilah seram untuk merujuk pada dugaan kecurangan dan pelanggaran. “Selain pelanggaran TSM atau terstruktur, sistematis dan massif, banyak yang memakai istilah brutal. Menurut saya ini berlebihan karena akan menggiring masyarakat bahwa Pemilu berjalan secara tanpa aturan atau no rules,” tutur Uyi.

Gerakan KPK dan KPB ini penting disuarakan di tengah berlangsungnya penghitungan manual berjenjang. Berdasarkan pantauan di lapangan, penghituang tingkat kecamatan di Kabupaten Cirebon sebagian besar telah selesai. Sementara penghitungan di tingkat kabupaten akan digelar tanggal 28 April.

Saat ditanya perolehan suara Jokowi – Amin di Kabupaten Cirebon, Timsus mengklaim mengantongi 64,95% dengan total perolehan 834.506 suara. “Tentu kita tetap menunggu penghitungan resmi dari KPU Kabupaten Cirebon,” tutup Uyi diplomatis.

 

 

[Yohan]