Komisi I Minta Penjelasan KSAL  dan Panglima TNI KRI Terkait Tenggelamnya KRI Nanggala 402

Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKB Taufiq Abdullah.(foto/Lintasparlemen.com)

Reportase.tv,Banjarnegara – KRI Nanggala 402 yang tenggelam pada 26 April 2021 meninggalkan duka tersendiri di bidang pertahanan nasional dan juga menimbulkan pertanyaan berkaitan dengan kesiapan alutsista yang dimiliki Indonesia.

Berkaitan dengan hal tersebut, Komisi I DPR RI bakal memanggil dan meminta keterangan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono hingga Panglima TNI Marsekal  Hadi Tjahyono  terkait tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala 402.

Anggota Komisi I DPR RI Taufiq Abdullah mengatakan, Komisi I akan meminta penjelasan insiden KRI Nanggala 402 dan juga akan  mengevaluasi  dan menginvantarisasi  alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI, terutama di matra TNI AL.

“Banyak kemungkinan penyebab tenggelamnya KRI Naggala, dan kita meminta penjelasan kronologi kejadian yang sesungguhnya  yang sangat clear dari KSAL dan Panglima TNI tentang kejadian yang menimpa KRI Nanggala 402,” kata Taufiq Kepada Media Sabtu (8/5/2021)

Politikus dari Partai Kabangkitan Bangsa  itu juga mengatakan bahwa evaluasi penting guna mengetahui keadaan alutsista milik TNI, masih layak atau tidak yang masaih dimiliki.

“Terutama yang sudah berusia uzur, apakah layak untuk masih dioperasionalkan atau tidak,” ucapnya.

Mereka juga harus menurunkan tim agar bisa memastikan apakah kapal selam itu masih layak untuk operasi,

KRI Nanggala 402 sebelum tenggelam.(foto/doc)

“Dari investigasi itu kita bisa tahu  apakah dari faktor kapalnya, mekanik sistemnya, komputerisasi atau bodynya yang membutuhkan perawatan yang rutin,”tambahnya.

Setelah dievaluasi di Komisi I, lanjut Taufik  evaluasi alutsista juga bakal dilakukan di tingkat panitia kerja (panja).

“Sampai saat ini kita masih kabur karena penjelasan masih belum clear karena itu saya menuntut kepada pemerintah untuk menjelaskan ini secara clear, sehingga kedepan tidak terjadi lagi,” lanjutnya.

Komisi I juga berencana meminta penjelasan berkaitan dengan alutsista secara umum.

Karena di masa lalu Indoensia banyak membeli banyak alutsista bekas, sehingga kualitasnya kurang bagus dan jika  diperbaiki juga tetap kurang maksimal,” lanjutnya.

“Saya berharap kedepan peta jalan road map untuk pengadaan alutsista ini harus di bahas secara detail, maka didalam proses  negosiasi dengan negara lain untuk pengadaan juga harus jelas, jangan sampai kita membeli alutista namun spare partnya tidak lancar, ini menjadi fatal,” pungkasnya.