Kondisi Kesehatan 2 Ekor Orangutan Memprihatinkan

Reportase.tv Medan – Dua Orangutan Sumatera (Pongo abelii) bernama Poni dan Pandi yang berasal dari Aceh dengan kondisi kesehatan yang memburuk, mulai dari malnutrisi, dehidrasi, cacingan, dan berat badan kurang (kurus), anemia hingga masalah pada tulang persendiannya.

Namun, dua Orangutan Sumatera tersebut saat ini telah berada di Pusat Karantina dan Rehabilitasi Orangutan di Batu Mbelin yang dikelola Yayasan Ekosistem Lestari (YEL) dan Balai Besar KSDA Sumatera Utara dalam Program Konservasi Orangutan Sumatera (SOCP).

Poni yang berjenis kelamin betina diperkirakan berusia 5 tahun, diserahkan oleh warga Gampong Kabu, Kecamatan Peureulak, Aceh Timur kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh dan tim penyelamatan orangutan dari Orangutan Information Center (OIC).

Sementara Pandi, berkelamin jantan, diperkirakan berusia di atas 30 tahun dievakuasi oleh BKSDA Aceh bersama tim OIC dari hutan yang terfragmentasi oleh perkebunan kelapa sawit di Desa Sepang, Kecamatan Longkib, Kota Subulussalam Aceh. Dimana, kedua Orangutan itu tiba di Pusat Karantina dan Rehabilitasi Orangutan pada 28 Agustus dan 29 Agustus 2019.

Dokter Hewan Senior YEL-SOCP, drh. Yenni Saraswati mengatakan bahwa dari hasil pemeriksaan kesehatan tim medis di Pusat Karantina dan Rehabilitasi Orangutan SOCP, keduanya mengalami malnutrisi, dehidrasi, cacingan, dan berat badan kurang (kurus). Terutama orangutan Pandi yang menderita anemia dan masalah pada tulang persendiannya.

“Namun, pihaknya akan melakukan test kesehatan lanjutan, khususnya untuk orangutan Pandi, untuk mengetahui lebih rinci masalah kesehatannya dan juga perawatan intensif untuk menstabilkan kondisi tubuhnya,” katanya, Rabu (4/9).

Manager Pusat Karantina dan Rehabilitasi Orangutan SOCP, Arista Ketaren menuturkan bahwa mereka akan melakukan yang terbaik untuk proses karantina dan rehabilitasi Orangutan Poni dan Pandi.

“Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada masyarakat atas kerjasamanya dalam memberikan
informasi dan kesediaannya menyerahkan kedua Orangutan tersebut,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala BBKSDA Sumatera Utara, Hotmauli Sianturi menegaskan bahwa Orangutan adalah jenis satwa liar yang sangat terancam punah dan dilindungi. Sesuai pasal 21 ayat (2) huruf (a) JO pasal 40 Undang-Undang No. 5 Tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.

“Setiap orang dilarang menangkap, melukai, membunuh, menyimpan memiliki, memelihara, mengangkut dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup,” tegasnya.

“Kita juga akan memantau Poni dan Pandi selama rehabilitasi di PKOS Batu Mbelin. SOCP, akan memberikan laporan secara berkala kepada kami sebagai bahan evaluasi sebelum dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya,” tambah Hotmauli.(Re)