Langgar Aturan PSBB di DKI, 23 Rumah Makan Ditutup

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus (foto: Reportase.tv/Tri Setyo)

Reportase.tv, Jakarta – Tim gabungan dari TNI, Polri dan Pemda DKI Jakarta menggelar operasi yustisi. Operasi tersebut dalam rangka pemberlakuan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Ibu Kota.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, salah satu target dalam operasi ini adalah rumah makan yang masih melayani makan di tempat. Seperti diketahui, dalam PSBB kali ini rumah makan tetap diperbolehkan buka, namun hanya melayani pesan dan antar.

Menurutnya, ada sekitar 23 rumah makan yang dilakukan penindakan. Hal tersebut dilakukan guna mencegah persebaran Covid-19 di rumah makan.

“Ada kluster yang di rumah makan yang kami bersama-bersama melakukan penindakan operasi yustisi. Ada 23 rumah makan atau restoran yang kami tindak,” ujar Yusri di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (16/9).

Kata Yusri, 23 rumah makan tersebur terbukti melanggar Peraturan Gubernur Nomor 88 Tahun 2020 Tentang Perubahan Pergub Nomor 33 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan PSBB dalam Penanganan Covid-19 di Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta.

“Kesalahannya sudah disampaikan, bahwa memang aturan di Pergub 88 untuk restoran atau rumah makan cuman diperbolehkan adalah take away atau bungkus,” jelasnya.

Untuk penindakan, kata Yusri, dilakukan oleh Satpol PP DKI Jakarta. Polri dan TNI hanya mendampingi.

“Jumlah tersebut terhitung mulai awal diterapkan PSBB, hingga Selasa (15/9) malam kemarin,” katanya.