LBH PKB Brebes Siap Advokasi dan Ganti Uang Kompensasi Korban Perkosaan

Brebes – Kasus kekerasan seksual kepada gadis 15 tahun yang diperkosa secara bergilir oleh enam pemuda di Kecamatan Tanjung Kabupaten Brebes membuat geram berbagai pihak. Bahkan, kasus tersebut kini tengah menjadi viral dan menjadi perhatian mulai dari Kapolri Jenderal Polisi Sigit Listyo Prabowo dan publikĀ  terutama warga Kota Bawang.

Advokat Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten ikut bergerak cepat dalam mengawal kasus tersebut. Hal ini sesuai instruksi DPP PKB Brebes melalui Anggota Fraksi PKB DPR RI Nur Nadhlifah agar mengawal dan mengadvokasi korban ataupun untuk pemulihan mental.

Ditemui Kamis (19/1), Perwakilan LBH PKB Brebes Ahmad Sholeh menyampaikan dukungan kepada pihak kepolisian untuk memproses hukum terkait kasus kekerasan seksual kepada anak dibawah umur.

Selain mengawal kasus ini/ LBH PKB Brebes juga siap membantu nomboki uang kompensasi bila diperlukan.

“Kami siap lakukan pendampingan dan advokasi kepada korban. Kami apresiasi kinerja Polres Brebes yang begitu cepat menangani perkara ini. Dan juga kami menyatakan siap mengganti uang kompensasi yang diterima pihak korban bila mana pelaku menuntut pengembalian uang tersebut,” kata Ahmad Sholeh.

Sementara, DPC PKB Brebes Buka Posko Pengaduan Kekerasan Perempuan dan Anak.
<span;>Anggota DPR RI dari FPKB, Nur Nadhlifah mengaku prihatin dengan kasus kekerasan seksual yang dialami anak dibawah umur.

Ia berharap, kejadian memilukan seperti ini jangan sampai terulang dikemudian hari. Menurut dia, kasus kekerasan pada perempuan dan anak ini seperti fenomena gunung es, yang tampak atau melapor itu masih tergolong kecil.

“Untuk kasus di Brebes ini kami sudah minta teman-teman advokat LBH PKB untuk mendampingi dan mengawal kasus ini hingga tuntas,” kata Nur Nadhlifah.

Disisi lain, adanya stigma sosial dan lingkungan, bahwa korban kekerasan seksual ialah aib menjadi kendala saat pihak luar membantu mereka untuk mengadvokasi.

“Makanya kami imbau masyarakat bisa berani melapor jika mengetahui ataupun mengalami kekerasan perempuan dan anak. Kami PKB juga memiliki posko pengaduan kekerasan kepada perempuan dan anak di kantor DPC PKB Brebes di jalan Taman Siswa Brebes. Mudah kok, silahkan datang jika ingin berkonsultasi ataupun membutuhkan mengadu dan tidak perlu ada persyaratan apapun, insyallah tim LBH PKB akan memberikan pelayanan pendampingan ataupun advokasi kepada pelapor dan korban,” kata Nur Nadhlifah.

Ia menjelaskan, kebanyakan persoalan yang kebanyakan dialami korban, mereka tidak yakin bila melaporkan kepada polisi dan penegak hukum dapat menyelesaikan permasalahan mereka.

“Untuk itu, satu fungsi posko pengaduan kekerasan perempuan dan anak PKB ini menjadi pilihan bagi masyarakat yang membutuhkan advokasi,” pungkasnya.

Sebelumnya, nasib nahas menimpa seorang remaja di Kecamatan Tanjung Kabupaten Brebes menjadi korban perkosaan oleh enam pemuda. Mirisnya, kasus perkosaan ini berakhir damai setelah dimediasi oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan oknum LSM.

Sekelompok LSM tersebut melakukan mediasi dan membuat kesepakatan damai antara keluarga para pelaku dan keluarga korban.

Peristiwa itu terjadi sekitar akhir Desember 2022 lalu. Beberapa hari pasca kejadian, keluarga korban dan keluarga para pelaku dimediasi oleh sekelompok LSM. Ironisnya, tempat mediasi berlokasi di rumah seorang kepala desa di Kecamatan Tanjung.

Dalam surat kesepakatan itu, keluarga korban bersedia dituntut jika melanjutkan kasus ini ke jalur hukum. Mengetahui informasi tersebut, Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Brebes mengadvokasi keluarga korban.

Satgas PPA yang terdiri dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3KB) Brebes mendatangi rumah korban dengan tujuan agar bersedia melapor jika anak di bawah umur menjadi korban.

Namun, lantaran sudah menandatangani surat kesepakatan keluarga korban enggan menerima pendampingan. Dari hasil advokasi, diketahui korban telah diperkosa oleh enam pelaku.