Lestarikan Budaya Musik Tradisional, Pemerintah Kota Probolinggo Gelar Parade Musik Tradisional

Peserta Parade Musik Tradisional Foto Bareng di Atas Panggung
Peserta Parade Musik Tradisional Foto Bareng di Atas Panggung

Reportase.tv Kota Probolinggo – Untuk menjaga dan melestarikan budaya musik tradisional agar tidak punah Pemerintah Kota Probolinggo, adakan Parade Musik Tradisional, pada Minggu (22/11/20) malam.

Dalam acara parade musik itu, sejumlah musisi tradisional menampilkan kebolehannya dalam membawakan tembang- tembang lagu khas Probolinggo. Mengingat kondisi ditengah pandemi Covid-19, untuk penontonnya pun dibatasi, tetapi masyarakat umum dapat menyaksikan acara tersebut secara virtual dibeberapa media sosial.

Hingar bingar alunan musik dalam acara Parade Musik Tradisional yang digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo di Gedung Kesenian Kota Probolinggo yang berada di Jalan Suroyo, Kelurahan Tesnonegaran, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, para seniman yang merupakan anak- anak muda terdiri dari 30 orang setiap grupnya, memainkan alat musik tradisional seperti saron, demung, kendang, gong dan kempul, rebana, dug dug (kentongan besar) juga tong. Jenis musik tradisional ini mulanya diciptakan untuk parade jalan, misal karnaval bukan pertunjukkan panggung.

Dalam kegiatan tersebut jumlah penonton dibatasi, lantaran berkenaan dengan masa pandemi, maka panitia menyelenggarakan giat ini di dalam gedung. Tetapi, untuk masyarakat umum yang penasaran dengan kemeriahan acara tersebut, dapat disaksikan secara virtual melalui live streaming pada aplikasi You Tube, media sosial Facebook, Instagram, milik Pemerintah Kota Probolinggo.

Seperti yang dilakukan oleh Ibra Ahnaf Ramadhan dan Risky Ramadhan, warga Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, kedua pemuda itu menyaksikan kemeriahan Parade Musik Tradisional melalui ponselnya saat tengah nongkrong di halaman Museum Kota Probolinggo.

Mereka sangat mendukung dengan adanya kegiatan tersebut agar bagi kaula muda khususnya warga kota probolinggo dapat melestarikan musik tradisional supaya tidak punah.

“Saya awalnya penasaran lalu iseng- iseng buka facebook, ternyata keren juga ya?? apalagi pesertanya juga banyak dari kaula muda. Mudah- mudahan musik tradisional khas kota probolinggo ini, dapat berkembang dan tidak punah begitu saja,” ujar Ibra.

Parade musik tradisional merupakan upaya Pemerintah Kota Probolinggo melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) dalam pelestarian dan pengelolaan keragaman budaya khususnya pembinaan sejarah dan tradisi di Kota Probolinggo. Sebagaimana diungkapkan Kepala Dispendikbud Moch Maskur saat ditemui disela acara berlangsung dalam acara Parade Musik Tradisional Virtual, yang dimulai pukul 19.00 WIB.

Acara yang digelar di Gedung Kesenian itu menampilkan tiga grup musik tradisional, diantaranya adalah grup musik perkusi dari Lake Lare Kebonsari Wetan (membawakan lagu Yalal Wathon, Kidung Wahyu Kolosebo, Ilahilastulil Firdaus dan Pajjer Laggu); Grup Lembu Ireng dari Kebonsari Kulon (membawakan lagu Kota Bestari, Ilir-ilir, Bapak Tani, Tanduk Majeng); dan Grup Sawunggaling dari Kelurahan Wiroborang (membawakan lagu Mars Sawunggaling Colaboration, Impen-impen Banyuwangi, Ronjengan A Goyang dan Kotaku Probolinggo Menawan). Ketiganya tampil secara bergantian setiap masing-masing lagu yang disiarkan secara virtual melalui live streaming media sosial (medsos) Pemerintah Kota Probolinggo, mulai dari facebook, instagram dan youtube.

Dengan membatasi jumlah penonton yang ada di dalam gedung itu, panitia tetap menerapkan protokol kesehatan.“Namun demikian kami sebagai pemangku tugas masalah seni budaya, kami adakan dengan menggunakan virtual sehingga tidak terlalu banyak mengundang kerumunan orang,” ujar Maskur.

Disinggung soal harapannya atas terselenggaranya giat ini, Maskur berharap pelaku seni tidak vakum, harus tetap eksis dan harus punya inovasi. “Harus tetap punya kreatifitas walaupun di masa pandemi. Dengan seni parade musik tradisional ini kami berharap dapat mempertahankan dan meningkatkan agar masyarakat lebih paham dan lebih tau tentang musik tradisional yang kita miliki. Semoga para regenerasi seniman betul-betul bisa siap untuk tampil selanjutnya,” harap pria 58 tahun itu. (Adv/Phan)