LPKNI Akan Laporkan Mitra PT. Agung Sedayu, Ini Sebabnya

Reportase.tv, Jakarta – Lembaga Perlindungan Konsumen Nusantara Indonesia (LPKNI) melaporkan PT. Catur Marga Utama yang merupakan mitra dari grup PT Agung Sedayu. Laporan dilakukan pada Jumat (28/2) di SPKT Polda Metro Jaya.

Direktur Advokasi LKPNI, Alvien Hariska Pratama mengatakan, kliennya telah melakukan pemesanan satu unit rumah di perumahan Green Village, kawasan perumahan yang dibangun oleh Agung Sedayu Group. Bahkan, sebagai booking fee, atau tanda jadi, klienya telah menyetor uang kepada PT Catur Marga Utama dengan total Rp 298 juta. Penyetor itu dilakukan pada tanggal 21 Februari 2016 lalu.

Sementara sisa pembayaran pembelian rumah tersebut, akan dilakukan secara kredit pemilikan rumah (KPR) melalui bank yang ditunjukkan oleh PT Catur Marga utama selaku penerima pesanan.

“Akan tetapi pada 23 Oktober 2017 klien kami memperoleh informasi bahwa pengajuan pembelian rumah atas nama klien kami selaku konsumen tidak disetujui oleh bank, yang merupakan rekanan dari PT Catur Marga utama,” katanya.

Pada tanggal 9 November 2017 pihaknya melakukan konfirmasi mengenai pembelian terkait uang yang telah disetorkan kepada PT Catur Marga Utama. Kendati demikian, hal tersebut tidak ditanggapi oleh PT Catur Marga Utama.

“Lalu pada tanggal 23 Januari 2018 PT Catur Marga Utama melalui PT Agung Sedayu memberikan informasi, bahwa booking fee dan DP yang telah disetor oleh klien kami tidak dapat dikembalikan. Alasannya hal tersebut mengacu dari klausula bahan baku yang dibuat oleh PT Catur Marga Utama,” jelasnya.

Rumah yang telah dipesan kliennya itu, lanjut Alvien ternyata telah dijual ke orang lain, tanpa persetujuan dari kliennya.

Senada dengan Alvien, hal serupa juga disampaikan oleh Ketua LKPNI Jakarta Timur Latifah. Menurut Latifah, berdasarkan hasil konsultasi dengan SPKT, pihaknya akan melanjutkan laporan tersebut ke Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Dalam laporan yang rencananya akan dilayangkan pada Senin (2/3) besok, pihaknya akan melengkapi sejumlah data.

“Laporan akan dilanjutkan pada hari Senin besok, kita laporkan langsung ke Dirkrimsusnya. Kita akan lengkapi surat pengaduannya, kemudian dari korbannya sendiri, dan bukti pembayaran dan bukti transfer aslinya,” katanya.

Selain jalur pidana, kata Latifah, LKPNI juga melakukan gugatan perdata terkait kasus ini. Hingga saat ini proses hukum perdata tersebut tengah berjalan di PN Jakarta Utara.

“Sampai minggu kemarin (proses sidang perdata) masih replik. Sedangkan agenda minggu besok adalah duplik,” jelasnya.

LKPNI rencananya akan melaporkan PT Catur Marga Utama, mitra dari PT Agung Sedayu karena dinilai telah melanggar Pasal 10, Pasal 18 ayat (1) juncto Pasal 62 ayat (1) Undang-undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, subsider Pasal 372 dan Pasal 378 KUHP.