Lomba Mengkafani Mayat Untuk Mengasah Keterampilan Dan Keberanian

Reportase.tv Banyumas – MI Muhammadiyah Desa Pandansari Kecamatan Ajibarang Banyumas Minggu (08/12/2019) menggelar lomba unik, yakni lomba mengkafani mayat. Lomba Ini tergolong baru dan belum pernah dilakukan sebelumnya dilakukan MI Muhammadiyah Desa Pandansari dalam menyambut Milad ke 107 Muhammdiyah.

“Setiap Tahun MI selalu memiliki inovasi untuk mengadakan lomba yang lain diantaranya mengkafani mayat, baik jenazah laki-laki maupun perempuan,” kata Ketua panitia Tohirin Kepada Reportase.tv.

Tohirin menambahkan,” Ide lomba mengkafani mayat tersebut karena selama ini di lingkungan masyarakat jarang terlihat adanya pelatihan merawat jenasah. mereka rata rata mengandalkan seseorang perangkat atau warga yang di tunjuk. untuk itu kita mencoba melombakan mengkafani mayat agar masyarakat mengetahui ilmu dan nantinya terbiasa. jelasblnya

Pelaksanaan lomba yang selama ini terlalu monoton seperti tarik tambang, balap kelereng, lomba makan kerupuk dan sebagainya, kita mencoba menggelar lomba yang bermanfaat. diharapkan ide baru dalam lomba mengkafani mayat ini memiliki nilai edukasi atau pengetahuan bagi umat muslim yang belum mengetahui tata cara yang baik dan benar.

“Terbukti dari sekian banyak yang menjadi peserta lomba ini, masih banyak yang belum mengerti tata cara mengkafani mayat,” jelasnya.

Adapun mayat yang digunakan tersebut berupa patung orang yang biasanya digunakan sebagai alat peraga busana. Patung tersebut diletakkan di atas meja dan dilengkapi dengan kain kafan, kain batik, gunting dan kapas untuk kemudian dibungkus selayaknya jenazah sesuai dengan jenis kelaminnya melalui tata cara yang benar seperti yang dilakukan para rubiah.

“Para peserta tinggal melakukan tugasnya mengkafani mayat dengan baik, sementara perlengkapannya sudah kita siapkan, dan harus diselesaikan dalam waktu 15 menit. mereka merasa puas dan senang mengikuti lomba ini sehingga menambah ilmu.”kata jono

Selanjutnya juri menikai, kelompok mana yang hasilnya benar dan rapi,” ungkapnya. perlombaan ini baru kali pertama dilaksanakan, maka hanya dilakukan di ruang lingkup MI Muhammadiyah Desa Pandansari saja, dengan mengikutsertakan perwakilan 2 orang disetiap ranting dengan jumlah peserta ada 8 grup yang terdiri pria dan wanita. “Sementara mereka yang juara ditingkat cabang akan dilanjutkan ke tingkat wilayah Jateng. (Kus/Sfy)