Lorong Blothong Peninggalan Belanda Jadi Daya Tarik Wisatawan

Reportase.tv Banyumas – Tempat liburan atau obyek wisata ternyata tidak harus dari keindahan alam seperti pegunungan, pantai bahkan tempat wisata buatan. Dikabupaten Banyumas, Jawa Tengah sebuah bangunan tua berarsitektur Belanda dialih fungsikan menjadi obyek wisata. karena keindahannya obyek wisata ini menjadi daya tarik para wisatawan dimusim liburan panjang akhir tahun.

Lorong Blothong sebuah obyek wisata yang di kelola secara swadaya oleh warga rw 02 desa Kalibagor kecamatan Lalibagor kabupaten Banyumas. Lorong Blothong tersebut merupakan tempat pembuangan limbah pabrik gula pada zaman itu yang di buang di sepanjang aliran sungai Rompang. 

Bangunan tua peninggalan Belanda itu di buat tahun 1839, sampai saat ini masih berdiri kokoh. bangunan tersebut terbengkelai dan tak terawat bahkan mengotori lingkungan. Warga rw 02 desa Kalibagor, kecamatan Kalibagor berinisiatif mengubah menjadi sebuah obyek wisata Lorong Blothong, yang artinya bekas pembuang limbah dari pabrik gula tersebut. 

Sampai saat ini, seluruh bangunan baik didalam mau pun diluar masih utuh dan tidak mengalami kehancuran bahkan keretakan. Kondisi bangunan itulah menjadi daya tarik para wisatawan baik orang tua mau pun anak anak. 

Ketua RW 02 desa Kalibagor, Mahmud kepada reportase.tv menuturkan.”Februari 2019 habis dana 120 juta. Keseluruhan 150 juta, patungan RT 5-9 di rw02. Kita sosialisasi dengan warga mengenai bangunan yang sudah ditinggal dan sangat bersejarah. Bangunan lorong ini aset untuk lestarikan dan dijadikan obyek wisata, kedepan untuk meningkatkan perekonomian warga.” Kata ketua Rw

Mahmud juga mengumpulkan warga, mereka mendukung dengan spontanitas, itu kerja bakti massal dari rt 5-9, kita kerja bakti massal hampir setiap minggu kurang lebih berjalan sekitar 3 bulan dan adanya kayak gini dan bagus bagi wisatawan, sudah mulai berdatangan. Kita juga dengan bangganya bangunan Belanda yang begitu kokohnya itu hanya pasangan bata biasa yang panjangnya sekitar 90 meter.” Kata ketua RW 02, Sabtu 28/12/2019.

Selain para orang tua, anak anak khususnya pelajar seperti kartika ini pun sangat menikmati keindahan wisata lorong blothong yang memiliki nilai sejarah.

“saya berlibur ke lorong blothong dan sangat menikmati keindahannya. saya berlibur bersama keluarga dan sangat senang.” Katanya.

wisatawan asal Jakarta, Kusworo mengaku kagum dan mengasikan setelah menelusuri Lorong Blothong peninggalan jaman Belanda hingga saat ini masih utuh.  kondisinya masih bagus dan memiliki nilai-nilai sejarah yang tinggi.

“Bangunan peninggalan Belanda dan memiliki nilai sejarah tersendiri. Didalam ada airnya kondisinya sejuk, Lorong Blothong saya tahu dari youtube dan itu merupakan peninggalan Belanda. Saya berharap agar ini dilestarikan dan jangan dirusak.” Jelas Kusworo.

Bangunan Lorong Blothong hanya dari bata merah yang di tata sepanjang 90 meter, dilengkapi lampu fariasi serta lampu penerangan. Ditempat itu, wisatawan bisa langsung bertanya kepada pengelola wisata terkait bangunan peninggalan Belanda tersebut.

Musim liburan nasional seperti saat ini, bangunan tua menjadi favorit wisatawan terutama anak-anak karena terdapat taman bunga yang terletak tidak jauh. Pengunjung bisa berlama-lama di taman bunga serta berselfi lukisan dinding bertema pemandangan, kereta, batik setra lukisan dinding lainnya.

Bangunan tua ini dulunya pabrik gula milik belanda yang saat ini telah dirubah dijadikan obyek wisata rakyat bernama Lorong Blothong yang dikelola rw 02 desa Kalibagor. Obyek wisata berada dilintas jalan utama Jogjakarta-Purwokerto tepatnya didesa Kalibagor, kecamatan Kalibagor menjadi daya tarik para wisatawan. (Kus)