Lumpuh Tiga Tahun, Fajri Hanya Pengin Sembuh…

Fajri ketika dirawat di RS Islam Banjarnegara.(foto/doc)

Reportase.tv,Banjarnegara – Fajri Setyawan (11) putra dari pasangan Haryanto dan Salikem  warga Desa Pucung Bedug, Kecamatan Purwonegoro Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah mengalami lumpuh sejak  tiga tahun lalu, kondisinya sangat memprihatinkan.

Namun kini Fajri bisa sedikit tersenyum, karena sakitnya  kini sudah mulai tertangani dan mendapat pendampingan dari berbagai pihak.

Sebelumnya kondisi Fajri ternyata mengundang simpati dari sejumlah pihak sejumlah komunitas di Banjarnegara, dan bahkan satu  komunitas yaitu The Plegia bahkan berniat melakukan pendampingan kepada Fajri hingga sembuh.

Salikem (ibu Fajri) saat ditemui di rumahnya, Kamis  (9/7) menceritakan, bahwa anak ketiganya ini awalnya sehat dan ceria seperti anak-anak se usianya. “Fajri suka berlari dan bersepeda  bersama anak-anak sebayanya,” kata Salikem saat menceritakan kondiri Fajri ketika masih sehat.

Selain mengalami lumpuh, di punggung Fajri juga terdapat luka akibat terlalu lama berbaring di tempat tidur.(foto/doc)

Ia menceritakan, awalnya Fajri ini alami panas dan kejang-kejang, usaha untuk  berobat dilakukan olehnya ke fasilitas kesehatan dan usaha alternatif  lainnya meski kondisi ekonominya pas-pasan

Usaha untuk penyembuhan anaknya  sudah dilakukan berkali-kali,  namun hasilnya belum maksimal. Mendapat informasi tentang kondisi Fajri, beberapa komunitas masyarakat mengulurkan tangan untuk membantu kesembuhan Fajri.

“Mereka dari  gerakan sodaqoh qita, kurur  langit, gsyd, dan The Plegia. Alhamdulillah kepedulian mereka sangat  berati bagi kami yang selama ini bingung dengan kondisi yang ada,” kata Salikem.

Menurutnya, Tim dari The Plegia sudah datang beberapa kali ke rumahnya untuk melakukan pemeriksaan dan Fajri dirumahnya tanpa  dipungut biaya apapun.

Fajri kemudian di bawa ke RS Islam  Banjarnegara untuk mendapatkan perawatan selama tiga hari. Ia juga mendapatkan pelayanan medis, diantaranya perawatan tulang belakangnya yang harus  di rontgen untuk mengetahui kondisinya.

Fajri ketika mendapat perawatan di RS Islam Banjarnegara.(foto/doc)

Ketua The Plegia Nugroho Purbohandoyo mengatakan, kasus Fajri ini cukup menyita perhatian sejumlah pihak.

“Awalnya kita dapat info dari relawan komunitas lain, kita sudah  terbiasa kerjasama dengan komunitas lain. Lalu kita survei kondisinya sebelum kita datangkan dokter spesialis dan kemudian kita bawa Fajri ke RSI,” kata Nugroho.

Selain melibatkan dokter sesialis bedah, Perawatan Fajri juga melibatkan spesialis syaraf dan spesialis anak juga ahli fisioterapi.

Pasca dari rumah sakit the plegia juga akan melakukan pendampingan dengan mengirimkan tenaga medis ke rumahnya.

“Alhamdulillah berdasarkan laporan dari relawan, kini Fajri sudah bisa tersenyum, Dan sangat bersemangat untuk sembuh,” kata Nugroho.

Agus Ujianto pendiri dan Pembina The Plegia menyatakan, secara medis Fajri alami gangguan pada tulang belakangnya, dibutuhkan semangat dari Fajri, dan dukungan medis lainnya.

Selain medis, Tim dari RSI dan the Plegia juga mengirim petugas fisioterapi untuk proses penyembuhannya.

“Saya menekankan kepada The Plegia, dalam proses pendampingan diharapkan sampai paripurna yang disesuaikan dengan kondisi pasien. Kalau maksimalnya duduk, berarti paripurnanya duduk, kalau berdiri dan jalan ya bisa saja demikian,” kata Agus.<ahr>