Mahasiswa UMP Sulap Limbah Ban Menjadi Penguat Beton

Clickers…, mau nanya nih.., limbah ban bekas bisa jadi apa ya?  Nah…, di tangan tiga mahasiswa asal Universita Muhammadiyah Purwokerto, Jawa Tengah, hasil dari limbah ban bekas bisa menyabet penghargaan tingkat nasional. Penasaran kan dibuat apa?

BANYUMAS, REPORTASE.TV – Limbah ban bekas biasanya hanya dapat memenuhi ruang garasi atau bengkel saja. Namun, di tangan tiga mahasiswa kreatif asal Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Jawa Tengah, limbah ini menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Adalah Fajar Yusuf, Irfauzi Firman, dan Fernanda Wisnu Hanggara, mahasiswa jurusan Teknik Sipil atau Fakultas Teknik, yang berhasil menyulap ban bekas menjadi komposisi penguat beton.

Tiga mahasiswa yang tergabung dalam grup Newbie Bravery ini menciptakan sebuah metode beton jenis self compacting concrete (SCC) mutu tinggi. Teknologi ini terbukti sangat kuat karena telah melewati masa pengujian selama 28 hari. Teknologi SCC merupakan metode penguatan beton yang menyerupai konsep alumunium foam dengan penerapan rongga udara di bagian dalamnya.

Clickers, pasti pada mau tahu, kan, kenapa metoda SCC ini disebut-sebut inovasi baru? Yuuuups.. pasalnya, metoda beton ini merupakan dasar merancang bangunan bahan bangunan dengan kekuatan maksimal, tapi dengan biaya yang sangat minimal. Keren yaaaa….

Oh ya Clickers…., inovasi karya tiga mahasiswa ini juga sudah mendapat penghargaan,  juara kedua tingkat nasional, saat dilombakan antarperguruan tinggi se-Indonesia. Diharapkan prestasi ini akan mendorong seluruh mahasiswa UMP untuk terus berprestasi di setiap bidangnya. Sehingga inovasi teknologi yang ramah lingkungan dapat digunakan dan dirasakan oleh masyarakat.(Kus)

Dari Banyumas Jawa Tengah,  REPORTASE.TV, Transformasi Jendela Informasi Tercepat