Manfaatkan Kain Bekas Untuk Kerajinan Pot Bunga

Reportase.tv Purbalingga – Bupati Purbalingga minta masyarakat untuk tidak mendiskreditkan orang, meskipun orang tersebut memiliki keterbatasan fisik. Di tengah-tengah keterbatasan seseorang, kadang memiliki bakat dan keunggulan yang luar biasa yang belum tentu dimiliki oleh manusia yang terlahir sempurna. Bupati Purbalingga mengatakan hal ini ketika melihat karya Yusron pada roadshow UMKM di Kecamatan Padamara, Kamis (21/11).

Yusron merupakan penderita disabilitas warga desa Sokawera Kecamatan Padamara yang hanya memiliki satu kaki, namun mempunyai bakat yang luar biasa. Bahkan karya Yusron berupa pot bunga dan patung kura-kura dipamerkan bupati Tiwi dihadapan peserta roadshow UMKM. Yusron merupakan perajin pot bunga dari kain bekas. Sudah satu tahun lebih Yusron menggeluti usaha ini. “Dibalik kekurangan, kelemahan seseorang tersebut, beliau ini memiliki sesuatu yang mungkin diri kita sendiri ini kita tidak punya, oleh karena saya apresiasi karya mas Yusron ini,”kata Tiwi.

Bupati Tiwi sempat berdialog dengan Yusron terkait usaha yang digelutinya. Dalam dialog itu, muncul permasalahan yang dihadapi Yusron berupa kelangkaan tenaga dan peralatan kerja. Yusron berharap pemerintah dapat memfasilitasi pelatihan agar dapat menciptakan tenaga kerja untuk membantu usaha tersebut. Pasalnya selama ini usaha yang digeluti hanya dikerjakan berdua bersama temannya, sementara pesanan membludak dari berbagai daerah di luar Jawa.

Sebenarnya Yusron sudah mulai usaha ini ketika masih di Solo. Hidupnya pindah ke Purbalingga dan bekerja di sebuah perusahaan, namun gaji yang diterima dirasa tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, sehingga kembali menggeluti usaha pembuatan pot berbahan kain bekas. Saat ini Yusron mengumpulkan kain bekas dari para tetangga untuk kemudian direndam dalam cairan semen dan dibentuk pot bunga.

“Prosesnya semua kain bekas ini kita rendam dalam cairan semen yang encer. Kemudian kita bentuk sesuai keinginan kita, bisa berupa pot bunga, patung ataupun lainnya. Setelah terbentuk dikeringkan di dalam ruangan sekitar satu hari, kemudian dioles kembali dengan cairan semen yang kental untuk mendapatkan bentuk yang lebih halus,”jelasnya.

Ditambahkan Yusron, penjualan perbulan rata-rata sekitar 50 buah, namun seringkali mendapat pesanan dalam jumlah banyak mencapai 100 sampai 300 buah. Saat ini sedang mengerjakan pesanan dari Medan sebanyak 300 buah. Hasil karyanya dijual antara Rp.100.000 sampai Rp 5.000.000. Harga tertinggi berupa akuarium. Selama ini penjualan atau promosi melalui media sosial. (Kus/Sfy)