Ma’ruf Amin Minta Kerusuhan di Papua Diselesaikan Secara Humanis

Reportase.tv Medan – Suasana mencekam di Papua masih terus terjadi. Dimana, kericuhan terjadi di sela aksi unjuk rasa di halaman Kantor Bupati Waghete, Kabupaten Deiyai, Papua pada Rabu (28/8) kemarin. Dalam peristiwa tersebut, beberapa personel TNI-Polri harus merungut nyawa.

Dari informasi yang diperoleh bahwa dalam peristiwa tersebut seorang prajurit TNI dikabarkan gugur terkena anak panah dan beberapa personel kepolisian mengalami luka-luka. Hal tersebut buntut dari masalah dugaan diskriminasi dan rasisme terhadap mahasiswa asal Papua di Surabaya, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.

Menanggapi hal itu, Wakil Presiden Terpilih Ma,ruf Amin mengatakan bahwa masalah ini harus diselesaikan dengan cara-cara yang lebih humanis. Semua pihak harus bisa menahan diri, sehingga tidak menimbulkan masalah yang lebih besar lagi.

“Kita punya kesepakatan nasional untuk saling toleransi menjadi suatu bangsa yang satu sama lain, saling menghormati dan santun. Makanya kembali kepada pokok, karena itu kalau ada kesalahan satu dua orang kita selesaikan tapi jangan merusak dan persatuan Indonesia jangan terganggu,” katanya usai kunjungannya ke Kantor Majelis Ulama Indonesia, Kota Medan di Jalan Nusantara, Medan. Kamis (29/8).

Ma’ruf Amin juga menjelaskan bahwa cara-cara penyelesaian masalah dengan melakukan kekerasan atau bahkan merusak dan mengintimidasi bukanlah ciri bangsa Indonesia.

“Sejak dulu, Indonesia memiliki kesepakatan bersama untuk saling toleransi menjadi satu bangsa, yang satu sama lain saling mengormati,” jelasnya.

Menurut Ma’ruf Amin, empat konsensus Nasional atau empat pilar kita adalah Pancasila, Undangan-Undang Dasar (UUD) NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Atas kesepakatan tersebut Indonesai dibangun.

“Saya pikir kita jangan sampai keluar dari kesepakatan nasional itu. Jangan keluar dari empat pilar kebangsaan,” ucapnya.

Ma’ruf Amin juga berpesan agar seluruh masyarakat, lebih bijak dalam menanggapi masalah ini. Jangan sampai, masalah ini kian besar yang justru mengancam keutuhan bangsa.

“Pada intinya kita saling menghormati. Jangan sampai merusak persatuan bangsa,” pungkas Ma’ruf Amin yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia itu.(Re)