Mekari Bantu Kinerja Bisnis UMKM Lewat Pengelolaan Usaha Sistem Digital

(Foto; Istimewa)

Reportase. TV Surabaya – Perkembangan industri di Indonesia menuntut pelaku usaha untuk memasuki Industri 4.0 yang seluruhnya menggunakan sistem digital dalam pengelolaan usaha. Satu diantara pengelolaan yang harus dimiliki oleh perusahaan agar kinerja bisnis dapat terus berpacu diantaranya pengelolaan karyawan, seperti absensi, serta upah, begitupula pengelolaan pembukuan tentang laba-rugi hingga jual beli, serta masalah pajak perusahaan.

Senin (15/7/19) sebuah perusahaan Software As a Services (SaaS) yang fokus mengembangkan software pintar bagi para pelaku bisnis di Indonesia bernama Mekari, berupaya membantu pelaku usaha, baik pelaku usaha UMKM, maupun pelaku usaha besar seperti industri dengan ribuan karyawan.

Indonesia sebagai negara berkembang memiliki potensi besar di sektor industri, terutama UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah).

Data Kementerian Koperasi Indonesia tahun 2019 mencatat bahwa ada sekitar 59,2 juta pelaku UMKM di Indonesia dan diprediksi jumlahnya akan terus bertambah setiap tahun. Sama halnya di kota Surabaya, dimana jumlah UMKM terus naik dari 6,8 juta di tahun 2016 menjadi 12,1 juta di tahun 2017.

Sayangnya masih banyak pelaku usaha yang belum sadar akan pentingnya pengelolaan usaha yang benar.Hasil studi Jessie Hargen dari U.S Bank menunjukkan,  hampir 82 persen pelaku bisnis UMKM gagal akibat buruknya pengelolaan usaha. Lalu sebesar 42 persen pengelolaan keuangan UMKM cukup buruk. Bahkan, sebesar 21 persen perencanaan bisnis UMKM kurang matang.

“Agar bisa maju dan berkembang, pelaku UMKM harus bisa menyesuikan bisnis di era digital,” kata 
Marketing Associate Mekari, Rivan Siswoyo disela acara media gathering Mekari di salah satu rumah makan di Jalan Kertajaya, Senin (15/7/2019)

Dari hasil riset tersebut,Mekari menyediakan software berbasis komputasi awan (cloud), yang terbagi ke dalam empat layanan, yaitu Sleekr dan Talenta sebagai software Human Resource Information System (HRIS), Jurnal.id sebagai software akuntansi, serta layanan dari Klikpajak sebagai software pengelolaan pajak perusahaan secara online.

Rivan menjelaskan, “contoh untuk penggunaan jurnal misalnya ,kalau dari perusahaan “A” katakan membutuhkan akuntansi membutuhkan laporan keuangan ya menggunakan jurnalnya kalau butuh menejemen SDM ya ke sleekr atau talenta itu tergantung dari banyaknya karyawan yang mereka butuhkan ada yang 500 ada yang 1000 keatas itu tergantung kebutuhan mereka , kalau perpajakan terkait dengan jurnalnya setiap penjualan ada pajaknya akan ter rekapitulasi melalui jurnal dan akan terekapitulasi dan di klik pajak bisa langsung membayarkan pajaknya secara online”.

Mengutip hasil survey Harvard Business Review Analytic Services, penggunaan teknologi mampu meningkatkan produktifitas perusahaan hingga 400 persen.

Penggunaan sistem komputasi awan (cloud) mampu tingkatkan kinerja perusahaan.

Berdasarkan hasil survey tersebut , sasaran utama Mekari menurut Rivan Siswoyo adalah pelaku UMKM.

“Sasaran kita adalah pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah yang memang sadar akan pengelolaan usaha melalui sistem digital.Namun kalau saat ini, kita ada beberapa klien yang memang sudah menggunakan kami , rata-rata dari industri yang kedua dari restauran, cafe dan yang ketiga dari konveksi dan yang ke-empat dari jasa seperti kontraktor”, pungkasnya. (Wpp)