Menkeu: Tingkat Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan I 2020 Lebih Baik dari AS

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (foto: Instagram)

Reportase.tv, Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memaparkan tanggapan pemerintah terhadap pandangan fraksi-fraksi atas Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan pokok-pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) Rancangan APBN 2021. Hal tersebut disampaikan Sri Mulyani saat menggelar rapat paripurna dengan DPR RI, Kamis (18/6).

“Asumsi pertumbuhan ekonomi harus disusun dengan cermat dan mempertimbangkan banyak faktor, termasuk dampak pandemi Covid-19. Serta dinamika perekonomian global dan potensi ekonomi domestik yang didukung oleh kebijakan fiskal yang kuat dan perkelanjutan,” ujar Sri Mulyani dalam pidatonya.

Saat ini, diakui Sri Mulyani, perekonomian dunia dan dalam negeri dalam kondisi ketidakpastian yang tinggi. Sehingga melakukan proyeksi pertumbuhan ekonomi menjadi tugas yang sangat berat.

“Proyeksi pertumbuhan perekonomian Indonesia sangat tergantung dari skenario efektifitas penanganan virus Covid-19. Oleh karena itu, Pemerintah bersama seluruh komponen bangsa terus berupaya memastikan bahwa penanganan pandemi Covid-19 berjalan efektif sehingga aktivitas ekonomi, layanan kesehatan akan kembali pulih,” paparnya.

Kendati demikian, kata Sri Mulyani, pemerintah terus memantau mitigasi dampak ekonomi, agar tidak terjadi krisis saat masa pandemi. Pasalnya, selain sisi kesehatan, pandemi juga membuat aktivitas ekonomi turun secara signifikan.

“Tapi tingkat pertumbuhan Indonesia (pada triwulan I 2020 sebesar 2,97 persen) ini masih relatif lebih baik dibandingkan Amerika Serikat (0,3 persen), Korea Selatan (1,3 persen), Euro Area (-3,3 persen), Singapura (-2,2 persen), Tiongkok (-6,8 persen), dan Hong Kong (-8,9 persen),” jelasnya.

Oleh karena itu, sambung Sri Mulyani, pemerintah telah mengkalibrasi beberapa skenario dampak dari pandemi Covid-19 terhadap kinerja perekonomian.