Najwa Shihab “Sentil” Rencana Menkumham Bebaskan Napi Koruptor

Reportase.tv, Jakarta – Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly mewacanakan untuk membebaskan napi koruptor. Alasan Yasonna membebaskan napi koruptor ialah untuk pencegahan penyebaran Covid-19 di Indonesia.

Wacana tersebut turut ditanggapi jurnalis senior Najwa Shihab. Melalui akun Instagram-nya Najwa menegaskan “Nanti dulu”.

Wanita yang karib disapa Nana itu mengakui ada sejumlah Lapas yang kelebihan kapasitas. Bahkan di dalam sel ada yang harus tidur secara bergantian, karena ruangan yang tidak memadai.

“Secara prinsip alasan ini sangat bisa diterima. Kondisi lapas kita memang tidak manusiawi, orang bertumpuk seperti pindang, bahkan tidur bergantian,” kata Najwa.

Kendati demikian, Nana menilai, keadaan di sel napi koruptor kondisinya sangat berbeda. Ia memberi contoh kondisi Lapas di Sukamiskin dengan fasilitas yang sangat lengkap.

“Tapi alasan ini menjadi mengada-ada ketika kita bicara soal napi koruptor. Alih-alih berdesak-desakan dengan napi lain sehingga bisa tertular corona, para koruptor di Sukamiskin bahkan ada yg bisa mandi air panas di kamar mandi pribadi dan olahraga dengan alat khusus di dalam sel eksklusif mereka,” katanya.

Menurut Najwa, alasan pembebasan napi koruptor untuk penghambatan penyebaran covid-19 tidak relevan. Apalagi napi koruptor di Indonesia jumlahnya sedikit.

“Dari hampir 250 ribu napi di seluruh negeri, napi korupsi jumlahnya 4500-an, jadi sekitar 1,8 persen dari total napi. Pembebasan napi koruptor dengan tujuan menghambat penyebaran Covid-19 di Lapas menjadi tidak relevan, karena angkanya sangat kecil dibanding napi lain,” jelasnya.

Najwa juga menilai usulan Yasonna menimbulkan kecurigaan dari pegiat antikorupsi. Apalagi bukan kali ini saja Yasonna berusaha meringankan hukuman para napi koruptor.

“Sudah beberapa kali Kementerian Hukum dan HAM berupaya untuk meringankan hukuman koruptor lewat revisi peraturan perundangan,” tegasnya.

Lebih jauh Najwa juga meminta Yasonna mengenai bagaimana kondisi sel napi koruptor di Indonesia. Ia juga memberi contoh soal sel yang ditempati Setya Novanto di Lapas Sukamiskin.

“Sekalian kalau memang mau cek lapas koruptor, titip cek lagi sel Papa Setya Novanto dan kawan-kawannya di Sukamiskin. Masih di sel lagi nonton Netflix atau lagi plesiran makan di warung Padang?,” ucapnya menyindir.

Seperti diketahui, Menkumham Yasonna Laoly berencana merevisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 99 Tahun 2012 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan. Dalam PP tersebut, napi koruptor dan narkotika tidak bisa ikut dibebaskan bersama 30.000 napi lain dalam rangka pencegahan Covid-19.