Pasar Tradisional di Kota Depok Tercemar Limbah

Reportase.tv, Depok – Lima pasar tradisional yang dimiliki serta dikelola Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, Jawa Barat, tercemar limbah. Yang paling terparah ialah Pasar Kemiri Muka. Hal itu tentunya berdampak terhadap kualitas air maupun udara yang menjadi sangat buruk. 

Pasar tradisional yang dimiliki dan dikelola Pemkot Depok ialah Pasar Kemiri Muka, Pasar Agung, Pasar Cisalak, Pasar Sukatani dan Pasar Tugu. 

Pencemaran yang terjadi di Pasar Kemiri Muka itu diketahui berdasarkan penelusuran Komisi A DPRD Kota Depok setelah menerima laporan warga. “Kondisi Pasar Kemiri Muka sangat membahayakan,” ucap Anggota Komisi A DPRD Kota Depok, Nurhasim kepada wartawan seusai meninjau Pasar Kemiri Muka, Jumat (7/2/2020).

Nurhasim mengungkapkan, warga yang tercemar limbah Pasar Kemiri Muka mencapai ratusan kepala keluarga. Itu dikarenakan timbunan sampah yang dibuang di tempat pembuangan sementara (TPS) tak segera diangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA) Cipayung, Kota Depok. 

Sampah pasar tersebut memadati TPS yang tak jauh dengan Kantor Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pasar Kemiri Muka. 

Parahnya lagi, sampah-sampah tersebut telah mengeluarkan aroma bau busuk. Lalat hijau beserta ulat-ulat menghinggapi sudut-sudut pasar. 

Persoalan sampah di TPS Pasar Kemiri Muka, kata Nurhasim, kerap diprotes warga. Namun tak segera direspon Pemkot Depok. Oleh karena itu, dirinya mempertanyakan TPS yang biaya pembangunannya berasal dari APBD Kota Depok Tahun 2008 sebesar Rp 500 juta tak difungsikan menjadi tempat pengolahan sampah. 

Selain itu, DPRD juga akan mempertanyakan terkait pengadaan 35 unit pengolahan sampah di 11 kecamatan yang anggarannya mencapai sebesar Rp 35 miliar dari APBD Kota Depok. 

“Tujuan dibuatnya TPS dan UPS dalam rangka mengurangi, memanfaatkan kembali sampai mendaur ulang sampah-sampah,” katanya. 

Salah seorang warga, Arief mengatakan, sejak berdirinya TPS di Pasar Kemiri Muka belum pernah dijadikan tempat pendaur ulang sampah. “Saya nggak pernah liat mesin pengolahan sampah di TPS ini. Yang saya tahu, TPS Pasar Kemiri Muka hanya dijadikan tempat pembuangan sampah oleh para pedagang pasar,” imbuhnya. 

Akibat timbunan sampah tersebut, kata dia, warga yang berdekatan dengan TPS Pasar Kemiri Muka menderita penyakit gatal-gatal dan sesak napas. “Parahnya, sumur air warga sudah tercemar limbah sampah,” katanya. 

Sementara itu, Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Iyai Gumilar mengatakan, tumpukan sampah di Pasar Kemiri telah diangkut pihaknya namun sampah-sampah tetap saja menumpuk. “Pengangkutan sampah telah kami lakukan,” kata Iyai. (jan)