Pelaku Penganiayaannya Dihukum Ringan, Novel: Saya Sudah Duga Lama

Novel Baswedan membeberkan kasus penyiraman air keras yang menimpa dirinya saat menghadiri rangkaian acara konferensi negera-negara pihak penandatangan konvensi Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB).

Reportase.tv, Jakarta – Terdakwa kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette dituntut satu tahun. Keduanya terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan suatu tindak pidana.

Menanggapi hal tersebut, Novel Baswedan mengaku telah menduga hal tersebut. Menurutnya, proses hukum terhadap kedua terdakwa hanyalah formalitas.

“Hal itu sudah lama saya duga, bahkan ketika masih diproses sidik dan awal sidang. Walaupun memang hal itu sangat keterlaluan karena suatu kebobrokan yang dipertontonkan dengan vulgar tanpa sungkan atau malu,” ujar Novel saat dikonfirmasi wartawan.

Kendati telah menduga, namun Novel mengaku kecewa dengan keputusan jaksa. Apalagi akibat ulah kedua terdakwa tersebut, mata Novel nyaris mengalami kebutaan.

“Bagaimana masyarakat bisa menggapai keadilan? Sedangkan pemerintah tak pernah terdengar suaranya,” sesal Novel.

Seperti diketahui, Jaksa Fedrik Adhar memvonis Ronny dan Rahmat denga hukuman satu tahun penjara. Dua oknum Brimob tersebut terbukti melakukan penganiayaan berat terhadap Novel.

“Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa dengan hukuman pidana selama satu tahun,” ujar Fedrik di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Kamis (11/6).

Adapun hal yang memberatkan adalah keduanya dinilai telah mencederai institusi Polri. Sedangkan hal yang meringankan, Ronny dan Rahmat keduanya berbakti selama bertugas di Polri.