Pengembangan Wisata  Butuh Dukungan  Infrastruktur Yang memadai

Sekretariat Daerah Banjarnegara Indarto saat memberikan sambutan pada acara Sosialisasi dan Fasilitasi Pendaftaran Kekayaan Intelektual

Reportase.tv, Banjarnegara –  Program pemerintah untuk mengembangkan wisata memerlukan dukungan infrastruktur dasar yang memadai. Infrasturktur juga dinilai mampu meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas masyarakat yang secara riil menunjang pembangunan sektor ekonomi kreatif.

“Kondisi jalan yang bagus menjawab keluhan wisatawan yang akan menuju ke Banjarnegara, infrastruktur yang bagus khususnya jalan  juga akan mengurangi biaya produksi dan pemasaran produk serta menjawab,” kata Sekretariat Daerah Banjarnegara Indarto pada acara Sosialisasi dan Fasilitasi Pendaftaran Kekayaan Intelektual di Golden Ball Room Surya Yudha Hotel Banjarnegara, Rabu (22/9/2020)

Indarto menjelaskan, salah satu upaya pengembangan ekonomi kreatif diwujudkan dengan disusunnya roadmap ekraf Kabupaten Banjarnegara.

“Roadmap disusun untuk dua tahap, tahap 1 dialksanakan tahun ni dan tahap ke dua dilaksanakan tahun 2021 hingga tahun 2024 agar pelaksanaan pengembangan sektor ekraf tepat sasaran” lanjutnya

Ia juga berharap kedepan kegiatan-kegiatan dari Kemenparekraf RI untuk sektor pariwisata, ekonomi kreatif dan kekayaan intelektual bisa dilaksanakan secara berkelanjutan khususnya di Kabupaten Banjarnegara.

Sementara Direktur Fasilitasi Kekayaan Intelektual Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf ) RI, Robinson Sinaga mengatakan, Ekonomi Kreatif ada 17 subsektor, diantaranya arsitektur, desain interior, desain-komunikasi-visual (DKV), desain produk, fashion, film-animasi-video, fotografi periklanan, kerajinan (kriya), kuliner, musik, aplikasi, pengembangan permainan, penerbitan, periklanan, tv dan radio, seni pertunjukkan, dan seni rupa.

Untuk mendukung program tersebut, pihaknya juga akan memberikan sosialisasi dan fasilitasi pendaftaran hak kekayaan intelektual (HKI) kepada 100 peserta yang sudah terdaftar sebelumnya. Mereka terdiri dari OPD dan organisasi yang membidangi ekonomi kreatif, pelaku UMKM di Kabupaten Banjarnegara dan pelaku usaha yang akan mengajukan pendaftaran fasilitasi pendaftaran Kekayaan Intelektual.

“Hak Kekayaan Intelektual itu banyak jenisnya, seperti merk, desain industri, hak cipta, paten, dan lain sebagainya” Jelasnya.

Dia menjelaskan, dalam fasilitasi pendaftaran hak kekayaan intelektual, peserta akan mendapatkan dua fasilitas, yakni fasilitas administrasi dan fasilitas finansial. Dalam kesempatan ini Kemenparekraf akan memfasilitasi 50 peserta yang telah mengajukan fasilitasi pendaftaran Kekayaan Intelektual berupa merk dan logo.

“Jadi bapak dan ibu yang hari ini kita fasilitasi, bapak dan ibu tidak perlu mengeluarkan energi untuk mengurus pendaftarannya, tidak perlu mengeluarkan biayanya, semua anggaran ini ditanggung oleh negara melalui kemenparekraf,” katanya.(ahr)