Pentingnya Positive Thinking Hadapi Cuaca Ekstrim dan Arbosonic Untuk Pohon

Reportase.tv Surabaya – Musim hujan dengan cuaca ekstrem yang terjadi akhir-akhir ini di kota Surabaya banyak menyebabkan pohon tumbang hingga mengakibatkan korban jiwa.

Tak tanggung-tanggung, sedikitnya 44 kejadian yang terpantau di berbagai tempat dalam waktu bersamaan akibat hujan disertai angin kencang.

Dari hal itu, Lia Istifhama yang asli Arek Suroboyo akrab dipanggil Ning Lia Ceria selaku aktivis di berbagai bidang seperti pengurus fatayat NU Jatim, Ketua DPP Perempuan Tani HKTI Jatim dan berbagai organisasi lainnya menjelaskan pentingnya positive thinking di tengah bahaya cuaca ekstrim.

“Kalau berkendara di jalan, harus tenang, tidak mudah panik, tidak ngebut, dan menjaga ritme emosi. Jadi minimal tidak ada resiko kejadian berbahaya tambahan yang disebabkan perilaku manusianya. Kalau cuaca buruk, yah jangan sampai timbul kecelakaan akibat faktor kecepatan berkendara ataupun ketidaktertiban berlalu lintas. Bismillah, yakin positif thinking bahwa cuaca buruk insya Allah bisa terlewati tanpa ada lagi musibah yang mencederai warga, apalagi membuat warga Surabaya terputus usianya,” kata ibu dua anak yang ikut mencalonkan Pilwali di Surabaya itu.

Selain positive thinking, banyaknya kejadian pohon tumbang saat cuaca ekstrem kemarin juga jadi penilaian tersendiri bagi kandidat calon Pilwali Surabaya ini dengan cara memilih pohon serta perawatannya.

“Bu Risma telah memberikan sentuhan yang sangat bagus untuk Surabaya. Namun memang ada kondisi-kondisi force majeure yang bisa menjadi pertimbangan suatu langkah preventif yang bisa ditempuh atas sesuatu hal. Contoh cuaca buruk, apa saja sisi hazard atau dampak yang bisa dimunculkan ketika peristiwa itu terjadi. Semisal pohon tumbang, maka atensi khusus terhadap hal ini juga harus memiliki porsi besar untuk diperhatikan. Saya pernah baca soal alat pendeteksi kekuatan pohon, yaitu sejauh mana pohon kuat, tidak lapuk, dan tidak mudah tumbang. Namanya Arbosonic. Yang punya pustekolah, pusat penelitian di bawah naungan Balitbang kementerian kehutanan. Barangkali, alat-alat pendeteksi seperti itu bisa terus diberdayakan sebagai bentuk antisipasi pohon tumbang,” papar Lia Istifhama.

Dipancing soal rekom untuk maju Pilwali Surabaya, Lia menanggapi santai tapi tetap terlihat optimis,”bismillah, tugas saya sekarang kan harus intens bersilaturahmi dengan tokoh-tokoh lintas partai. Ya harus saya jalankan. Insya Allah, tidak ada ikhtiar yang sia-sia. Rekom saya optimis sesuai harapan dan doa para relawan,” ujarnya.

“Yang jelas saya bersyukur telah mendapat dukungan 38 komunitas relawan. Bagi saya ini salah satu modal penting yang pasti akan dilirik partai yang memang ingin mengusung “calon jadi” dalam Pilwali September mendatang. Dan untuk para relawan, maturnuwun semua kebaikan. Lemah teles, insya Allah kebaikan Gusti Allah sing bales,” pungkasnya. (Ist/Sfy)