Penyelam WNA Hilang di Selat Sunda Diperkirakan Terseret Hingga Panaitan

Reportase.tv Merak – Operasi pencarian tiga penyelam asing, dua warga negara China dan satu WN Singapura (sebelumnya disebut 3 WN China) yang hilang di Pulau Sangiang, Selat Sunda, Banten, masih berlangsung.

Penyelam WN China bernama Qin Yue Tao dan Tian Yu, sementara WN Singapura bernama Wan Beng Yang.

Basarnas yang mengkoordinasikan 9 kapal dan satu helikopter, menyusuri wilayah sebelah selatan Pulau Sangiang hingga mendekati Gunung Krakatau, namun belum menemukan tanda-tanda korban.

“Kami sudah mengirimkan notifikasi ke semua kapal-kapal yang melintas di Selat Sunda agar ikut mengawasi laut dan mengidentifikasi jika menemukan benda-benda yang dicurigai sebagai korban,” jelas Kepala Kantor SAR Banteng M Zaenal, di Base Ops, Pelabuhan Merak, Selasa (5/11/2019).

Dalam evaluasi hasil operasi Selasa malam, area pencarian akan diperluas hingga mendekati Pulau Panaitan, Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon.

Reportase.TV yang mengikuti operasi SAR di Merak, menyaksikan jalannya operasi dilakukan dengan seksama. Apalagi perwakilan dari Kedubes China dan Kedubes Singapura memantau pencarian dari menit ke menit.

Komandan Tim Indonesia Divers Rescue Team (IDRT) Bayu Wardoyo yang membantu proses pencarian memperkirakan korban hanyut terbawa arus ke arah selatan, sebab kondisi arus setempat cenderung ke arah Ujung Kulon.

“Tim penyelam Basarnas telah mensimulasikan penyelaman korban, dengan kondisi dan waktu penyelaman yang hampir mirip, penyelam Basarnas saja terseret arus hingga 1.6 nautical mile dari titik awalnya,” jelas Bayu.
(Tata/Sfy)