Perempuan Tani HKTI Dukung Impian PJ Bupati Sidoarjo Soal Peningkatan Desa Wisata

Pengurus Perempuan Tani HKTI Jatim Saat Ditemui PJ Bupati Sidoarjo Hudiyono
Pengurus Perempuan Tani HKTI Jatim Saat Ditemui PJ Bupati Sidoarjo Hudiyono

Reportase.tv Sidoarjo – Setelah berhasil menstabilkan harga kedelai yang semula 9.500 menjadi 8.500 per kilogram, kini PJ Bupati Sidoarjo, Hudiyono, mengungkapkan keinginannya untuk mendukung peningkatan potensi pertanian menjadi desa wisata.

Hal itu dilakukan untuk membuka lapangan kerja, lantaran dinilai akan meningkatkan potensi tenaga kerja dengan potensi yang ada di sektor pertanian dan wisata.

“Alhamdulillah, setelah normal harga kedelai, Pemkab Sidoarjo juga telah menunjukkan keinginan penguatan pabrik-pabrik pengeringan jagung yang pastinya bukan hanya mendukung sektor pertanian, namun juga peningkatan tenaga kerja. Nah, kami ingin perluasan lagi sektor pertanian di ranah pariwisata,” ungkap Hudiyono di hadapan pengurus Perempuan Tani HKTI Jatim, Rabu, (20/1).

Pengurus PT HKTI naungan ketua umum Dian Novita Susanto menyampaikan harapannya kepada PJ Bupati dengan gelar Magister tersebut tentang pengembangan Sidoarjo untuk maju dari sektor wisata saat diterima di pendopo Bupati Sidoarjo.

“Harapan saya, Sidoarjo semakin unggul dalam sektor pariwisata. Semakin banyak desa wisata mengingat potensi agraris yang cukup tinggi. Memang kita semua tahu, bahwa Sidoarjo sangat dikenal sebagai pusatnya area pemancingan sekaligus wisata keluarga. Kalau lebih luas lagi variannya, tentu semakin kuat daya tarik wisatawan local maupun mancanegara di sini,” ujar Dian.

Dian juga menjelaskan, selain area pemancingan untuk wisata keluarga, banyak juga destinasi wisata yang bisa dikembangkan seperti olah raga berkuda maupun olah raga lainnya.

“Contohnya, destinasi wisata yang berkaitan dengan olahraga kuda. Ini kan bagus, karena tidak banyak tempat wisata seperti itu. Kebetulan, di Tanggulangin, kami punya Yussar Stable and riding club. Yussar ini tempat latihan berkuda dengan luas 1 hektar lebih. Juga direncanakan bertambah beberapa spot olahraga yang mendukung di sana. Kami senang dengan potensi tersebut, karena ternyata secara nyata menjadi efek domino peningkatan ekonomi masyarakat sekitar. Terutama sektor UMKM di bidang pembuatan sepatu dan helm berkuda. Daerah tersebut bisa disebut kampung mati secara ekonomi karena dampak Lapindo, namun sekarang sudah jauh berkembang,” pungkas Dian.

Apresiasi lainnya ditunjukkan oleh Lia Istifhama selaku ketua Perempuan Tani HKTI Jatim yang menjelaskan bahwa kreatifitas warga soal pengembangan wisata yang di dukung Pemkab Sidoarjo akan menjadi penguatan sektor ekonomi di Sidoarjo.

“Kreatifitas warga Sidoarjo menumbuhkan destinasi wisata yang berbeda dengan wilayah lainnya, tentu hal yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Apalagi, ada dukungan dari Pemkab Sidoarjo. Tentu dua poin tersebut, yaitu kreatifitas warga dan dukungan pemerintah, menjadi modal penting penguatan sektor ekonomi Sidoarjo,” jelasnya, didampingi Nurul Qomariyah, Santi Fauziyah, Ve Priastuti, dan Enny Hayati.

Kunjungan tersebut kemudian diakhiri dengan kunjungan secara langsung di area berkuda Yussar yang terletak di Tanggulangin. (Sfy)