Peringati 74 Tahun Persandian RI, BSSN Didorong Lahirkan Sistim Pemilu Elektronik

Reportase.tv, Jakarta – Tanggal 4 April diperingati sebagai Hari Persandian Nasional. Kareana pada 4 April 1946 dibentuk “Dinas Kode” di bawah Kementrian Pertahanan, sebagai upaya untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang mulai mendapatkan ancaman dari sekutu. Di kemudian hari, pada 1972 berubah menjadi Lembaga Sandi Negara dan pada 2017 menjadi Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Pakar keamanan siber Pratama Persadha menjelaskan, bahwa keberadaan ahli sandi dan BSSN secara kelembagaan akan sangat dibutuhkan di era serba digital yang penuh dengan arus informasi. Apalagi dalam sejarahnya, persandian sejak awal dibentuk menjaga dan membantu menyalurkan informasi lewat jalur komunikasi yang aman dan sulit dipecahkan oleh musuh.

“Bila dilihat dari sejarah kemerdekaan, Dinas Kode punya andil dalam mengamankan dan menyebarkan informasi tentang adanya pemerintahan darurat Indonesia. Pesan didistribusikan tidak hanya di dalam negeri, namun juga keluar negeri. Tujuannya jelas, mengumpulkan dukungan dan pengakuan negara lain sebagai jaminan bahwa Indonesia tidak bubar,” ujar Pratama dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (4/4).

Chairman lembaga riset siber CISSReC (Communication & Information System Security Research Center) juga mengatakan, tak hanya Indonesia yang menggunakan teknologi persandian dalam mempertahankan eksistensi negara. Dalam perang dunia II, sekutu berhasil memukul mundur Jerman setelah berhasil memecahkan kode sandi pada mesin Enigma Jerman yang legendaris. Pada akhirnya, setiap rencana pergerakan militer Jerman bisa dipantau sekutu. akibatnya Jerman perlahan kalah di setiap pertempuran.

“Di usia persandian Indonesia yang sudah 74 tahun, BSSN bisa mendorong kemandirian Indonesia dalam teknologi keamanan siber. Kebutuhan berbagai sektor saat ini hampir seluruhnya terkait ke wilayah siber, faktor keamanan perlu mendapat perhatian paling serius,” jelas Pratama, yang juga mantan pejabat Lembaga Sandi Negara.

Ditambahkan olehnya, kesadaran keamanan siber masih sangat rendah, baik di masyarakat maupun para pengambil keputusan. BSSN bisa menawarkan solusi keamanan karya anak bangsa yang bisa dipakai misalnya untuk pemilu elektronik.

“Peran persandian ini sebenarnya sangat besar, namun memang senyap. Untuk itu, di era digital sekarang, kontribusi paling nyata nantinya adalah menghasilkan sistem pemilu elektronik yang aman dan 100% buatan anak bangsa,” tegas Pratama.

BSSN sebagai representasi persandian tanah air bisa mengembangkan berbagai solusi keamanan informasi bagi negara, salah satunya adalah sistem pemilu elektronik. Karena kedaulatan informasi adalah kunci bersaing di era digital.