Pesan Wabup untuk ASN dan Masyarakat , Usai Bupati Banjarnegara Ditahan KPK

Wakil Bupati Banjarnegara, Syamsudin.(foto/doc)

 Reportase,tv Banjarnegara – Meski Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono menjadi tersangka oleh KPK, namun roda pemerintahan Kabupaten Banjarnegara akan terus berjalan.

Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Bupati Banjarnegara, Syamsudin, usai rapat dengan Kepala OPD di kantor Sekda Banjarnegara, Sabtu (4/9/2021) malam.

Wabup meminta  semua organisasi perangkat daerah (OPD) untuk menghilangkan rasa cemas dan takut.

“Kami tadi sudah menyampaikan kepada  OPD  untuk menjaga stabilitas. Jangan mengubah kinerja yang selama ini berjalan. Hilangkan rasa cemas, rasa takut untuk mengalir seperti biasa saja,” kata Syamsudin

Syamsudin juga memastikan bahwa pasca ditetapkannya Bupati Banjarnegara sebagai tersangka, pelayanan terhadap masyarakat tidak terganggu dan akan tetap terus berjalan.

“Kami pastikan  kejadian ini tidak akan mengganggu pelayanan. Untuk kegiatan yang sudah berjalan untuk terus berjalan. Yang belum berjalan agar nantinya dijalankan sesuai rencana yang sudah tersusun,” lanjutnya.

Pada rapat dengan OPD  Syamsudin juga  juga menyampaikan pesan dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Di antaranya tidak main-main dengan proyek, tidak ada korupsi, kolusi hingga konspirasi.

“Kami juga menyampaikan pesan dari pak gubernur agar PNS di Banjarnegara memahami tugas pokok dan fungsinya. Jangan main-main dengan proyek, tidak korupsi, kolusi dan konspirasi,” tambahnya

Terkait dengan adanya pro dan kontra terhadap penetapan tersangka terhadap Bupati Banjarnegara, ia berpesan agar masyarakat untuk dewasa dalam menyikapi hal tersebut.

“Kita berharap masyarakat jadi dewasa kita hidup dalam kurun waktu yang lama. Mudah-mudahan yang merasa  senang dan yang kecewa tidak melampiaskan secara berlebihan sehingga muncul kerukunan di tengah masyarakat,” harapnya

Seperti diberitakan sebelumnya, KPK menyebut Budhi Sarwono menerima  Rp 2,1 miliar dari pengadaan barang pada Dinas PUPR Pemkab Banjarnegara tahun 2017-2018.

Budhi  Sarwono saat ini ditahan bersama tersangka lainnya, Kedy Afandi, yang merupakan  ketua tim pemenangannya pada Pilkada Banjarnegara tahun 2017 lalu.

Dalam pers conference pada Jumat (3/9) Ketua KPK, Firli Bahuri mengatakan, KPK tengah  melakukan penyelidikan, dan telah  menemukan adanya bukti permulaan cukup dan akan  tingkatkan ke penyidikan.

“Malam hari ini sampaikan rekan-rekan atas kerja keras dati tim, menetapkan dua tersangka antara lain BS yaitu Bupati Banjarnegara periode 2017-2022, tersangka kedua KA, pihak swasta,” kata Firli Bahuri

Kepada kedua tersangka saat ini dilakukan penahanan selama 20 hari ke depan,  Budhi Sarwono ditahan di Rutan Kavling C1 dan Kedy Afandi di Rutan KPK Pomdam Jaya Guntur.

Firli mengatakan, para tersangka diduga melanggar Pasal 12 huruf i serta pasal 12B UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.(ahr)