Polda Sumut Sita 5 Aset Milik Bandar Judi Medan

Salah satu aset milik bos judi Medan disita petugas Kepolisian

 

Reportase.tv – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatera Utara Subdit Fiskal, Moneter, dan Devisa (Fismondev) menyita aset milik Apin BK alias Jonni seorang bandar judi yang terkenal di Medan, Kamis (6/10/2022)

Adapun aset yang disita polisi diantaranya tanah dan bangunan yang terletak di Jalan Pinus Raya sudut Jalan Cemara.

Aset gedung berlantai II ini diduga dimiliki Apin BK alias Jonni dari hasil perjudian yang selama ini digelutinya.

Total ada 5 aset yang telah disita, diantaranya berada di lokasi Jalan Pinus Raya sudut Jalan Cemara, Jalan Danau Singkarak, Jalan Airlangga, Jalan Merbau, dan yang terakhir berada di Jalan Jamin Ginting Komplek Ruko Royal Sumatera.

Kabid Humas Polda Sumut di wakili oleh Kasubbid Penmas BidHumas Polda Sumut, AKBP Herwansyah Putra yang didampingi olh Ps. Kasubdit Fismondev Dit Krimsus Poldasu Kompol Dr. P. Samosir SH MH ketika dikonfirmasi di lokasi membenarkan adanya aktivitas penyitaan itu.

“Iya, hari ini Ditreskrimsus Polda Sumatera Utara menyita aset milik J alias Apin BK. Ini disita terkait dengan perkara tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang melibatkannya,” ungkap mantan Waka Polres Belawan tersebut.
Dijelaskan bahwa aset yg berada di 5 lokasi tersebut mencapai Rp 21,6 miliar.

Penyitaan dilakukan karena sudah adanya surat penetapan penyitaan dari Pengadilan Negeri Medan kelas IA Khusus nomor : 3254 dan 3255/pen.sit/2022/PN mdn tanggal 23 September 2022.Makanya hari ini waktu yang tepat untuk dilakukan penyitaan. Sampai saat ini, J alias Apin BK masih dalam pencarian atau DPO.

Sebagaimana diketahui, dalam perkara perjudian ini. Ada dua orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.
Sebelumnya, Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Panca Putra juga langsung memimpin penggerebekan lokasi perjudian di warung warna warni yang berada di Kompleks Cemara Asri, Selasa 9 Agustus 2022 dini hari. Ada 7 unit ruko atau rumah toko yang digeledah.

Dari hasil penggeledahan, totalnya ada 18 ruangan mengoperasikan beberapa website, ada 18 jenis judi online. Selain itu, tim juga mengamankan 264 layar monitor 150 CPU, 24 unit laptop, 105 handphone, 19 buku tabungan, 26 ATM, kartu Telkomsel 560 buah, 20 unit CCTV. Omsetnya mencapai Rp 1 miliar perharinya.