Polisi Diminta Tangkap Oknum Penggarap Liar Resahkan Warga

Lahan yang menjadi sengketa antara oknum penggarap liar dengan PT IRA (foto: ist)

 

Reportase.tv Medan  – Polda Sumut, Polrestabes Medan, dan Polsek Kutalimbaru diminta untuk menangkap Pasta Surbakti karena perbuatannya sebagai penggarap liar sudah sangat meresahkan masyarakat.

Seperti disampaikan Ketua DPD Pemuda Merga Silima (PMS) Kabupaten Deliserdang, Marthin Luther Bangun, Kamis (15/10), mengatakan perbuatan Pasta Surbakti kerap menggarap lahan milik orang lain.

Hal itu dilakukan Pasta Surbakti penggarap liar dengan mengklaim lahan seluas 157 hektar yang berlokasi di Desa Suka Makmur, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang. Padahal, lahan itu milik Perusahaan PT IRA/Yopie Sangkot Batubara yang telah dibeli dari masyarakat se tempat.

Bahkan, Pasta Surbakti juga menggarap dan mengklaim lahan di Desa Lau Bakeri, Kecamatan Kutalimbaru yang pada kenyataannya lahan yang dikuasi itu milik PT Panca Jaya.

“Perbuatan yang dilakukan Pasta Surbakti ini sudah jelas sangat meresahkan karena kerap menggarap lahan milik orang lain tanpa dasar surat kepemilikan,” katanya.

Marthin mengungkapkan, Pasta Surbakti dalam menjalankan perbuatannya menggarap lahan yang bukan kepemilikannya secara liat itu lakukan dengan cara kekerasan.

“Terbukti teman saya bernama Amin terkena tembakan diduga meggunakan senjata api saat hendak meninjau lahan PT IRA/Yopie Sangkot Batubara, beberapa hari yang lalu,” ungkapnya.

Seorang warga mengalami luka tembak (foto: ist)

Marthin menambahkan, Pasta Surbakti bukanlah warga asli Desa Suka Makmur. Ia menambahkan di Kecamatan Kutalimbaru terdapat lima desa yang masuk dalam SK 579. Salah satunya di Desa Suka Makmur yang telah menggunakan SKT Desa, SK Camat secara turun temurun yang telah dihuni 3.000 kepala keluarga disertai berdirinya sejumlah fasilitas umum seperti rumah sekolah, rumah ibadah serta pemukiman penduduk.

“Oleh karena itu saya meminta Polda Sumut, Polrestabes Medan dan Polsek Kutalimbaru untuk segera menangkap Pasta Surbakti karena perbuatannya yang menggarap lahan secara liar di mana-mana yang sudah sangat meresahkan masyarakat,” ujarnya.

“Saya juga mengutuk keras sifat Pasta Surbakti putra asli karo yang telah membuat kegaduhan serta menimbulkan korban di tengah masyarakat diantaranya sesama suku karo,” tegas Marthin.

Diketahui, kasus penggarapan lahan milik Perusahaan PT IRA/Yopie Sangkot Batubara telah dilaporkan ke Polrestabes Medan dan Polsek Kutalimbaru melalui Martin Bangun selaku penerima kuasa dari ahli waris (Yopie Sangkot Batubara).

Adapun pengaduan yang dilaporkan ke Polrestabes Medan tentang penyerobotan lahan berdasarkan Nomor:STTLP/1342/VI/Yan 2.5/2020/SPKT Polrestabes Medan serta pengerusakan tanaman ke Polsek Kutalimbaru dengan nomor pengaduan: STTLP/103/K/IX/2020/SPKT/Sek Kutalimbaru.

Sebelumnya, lahan seluas 157 hektar yang berlokasi di Desa Suka Makmur, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang, milik Perusahaan PT IRA/Yopie Sangkot Batubara yang telah dibeli dari masyarakat se tempat.

Pengakuan kepemilikan lahan itu pun dibenarkan Camat Kutalimbaru, M Faisal Nasution, saat dikonfirmasi.

“Surat tanah milik PT IRA/Yopie Sangkot Yopie Batubara memang terdaftar di Kantor Kecamatan Kutalimbaru dan pemilik juga membayar pajak tanah kepada pemerintah,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Desa Suka Makmur, Marhen Tarigan, mengakui keberadaan tanah itu milik PT IRA/Yopie Sangkot Batubara yang dibeli dari masyarakat pada tahun 2001 silam lalu. Namun, pada 2002 ditinggal dan dihijaukan.

“Sering berjalannya waktu pada 2017 ada pihak bernama Pasta Surbakti yang menggarap lahan seluas 157 hektar itu dengan mengaku sebagai kelompok tani. Padahal, kenyataannya mereka ini bukanlah kelompok tani dan warga se-tempat. Saya tegaskan kembali mereka merupakan penggarap liar, sedangkan PT IRA/Yopie Sangkot Batubara pemilik lahan 157 hektar yang sah,” pungkasnya.(Re)