Polisi Gerebek Gudang Oplos Kecap Terkenal

Reportase.tv Sidempuan – Diduga dijadikan tempat pengoplos kecap rumah di Jalan Sutoyo, Kecamatan Padangsidempuan Utara, Sumatera Utara digerebek polisi.

Kapolres Padangsidimpuan AKBP Hilman Wijaya saat dikonfirmasi membenarkan penggerebekan yang dilakukan Polsek Batunadua bekerjasama dengan Satgas Patmorsus Polres Padangsidimpuan.

“Ya benar. Penggerebekan dilakukan Selasa (20/08/2019),” ujar AKBP Hilman Wijaya dikonfirmasi Kamis (22/8/2019).

Dalam penggerebekan itu, Polisi mengamankan Riski Muharram Tambunan (31), yang diduga pelaku pengoplosan. Dari lokasi, juga ditemukan 400 botol kosong yang diduga akan digunakan.

Selain itu, turut disita 54 botol berisi kecap asin yang diduga hasil oplosan; 1 botol kecap asin merek asli; 37 pak garam asin; 2 dandang; 1 ember plastik; 2 gulungan tali plastik dan 1 kwitansi.

Dari tempat itu, polisi mengamankan barang bukti berupa, 400 botol kosong yang diduga akan dipergunakan sebagai salah satu alat pengoplosan kecap. Selanjutnya, 54 botol berisi kecap asin oplosan, 1 botol kecap asin merk asli, 37 pak garam asin, 2 dandang, 1 ember plastik, 2 gulungan tali plastik dan satu kwitansi.

“Masyarakat sangat dirugikan dengan adanya kecap oplosan tersebut. Karena kita belum tau apa kandungan tersebut aman bagi kesehatan,” tandasnya.

Lebih lanjut, Kapolsek Batunadua AKP Lumumba Siregar mengatakan, penggerebekan yang dilakukan berawal laporan dari perusahaan pemilik kecap. Disebutkan telah terjadi pemalsuan produk yang dilakukan oleh tersangka.

Penyelidikan langsung dilakukan. Ketika dilakukan penyelidikan, kecap oplosan itu dijual disalah satu warung di Jalan Raja Inal Siregar. Pengembangan pun dilakukan, pelaku langsung ditangkap ketika berada di rumahnya.

“Saat diamankan, Muharram tidak melakukan perlawanan dan saat ini sudah diamankan di Mapolsek Batunadua,” jelasnya.

“Perbedaannya, kecap yang asli menggunakan logo cap tiga panah. Sedangkan yang palsu memakai logo dua salak,” ungkap AKP Lumumba Siregar.

Kecap oplosan itu, dijual seharga Rp 52 ribu setiap lusinnya. “Setiap produksi, pelaku membeli satu lusin kecap asin asli. Setelah diolah, maka kecap tersebut menjadi 3 lusin,”pungkasnya. (Re)