Posbakum Kawal Kasus Oknum Wartawan Ancam Warga Dengan Senjata Mirip Pistol

 

Reportase.tv Medan – Kasus oknum wartawan terbitan berinisial RD bersama tiga rekannya TP, DN dan AB, diduga melakukan pengancaman kepada Siharma Silalahi dengan senjata mirip pistol menjadi perhatian publik.

Bentuk perhatian itu datang dari Pos Bantuan Hukum Advokat Indonesia (Posbakum) Madin Deliserdang yang menjadi kuasa hukum korban.

Ketua Posbakum Madin Deliserdang, Irwansyah Rambe SH, yang berkunjung ke kediaman korban Siharma Silalahi di Jalan Parkit V, Perumnas Mandala, menyebutkan perbuatan yang dilakukan RD oknum wartawan bersama rekannya telah menyalahi prosedur hukum.

“Mengutuk keras perbuatan yang pelakunya oknum wartawan dengan menodongkan senjata mirip pistol kepada korban Siharma yang hari ini menjadi klien kami,” katanya, Kamis (12/3).

Menurutnya, aksi pelaku menodongkan senjata kepada korban sudah melanggar hukum yang menyampingkan etika karena berprofesi sebagai wartawan.

“Oleh karena itu, kepada Kapolrestabes Medan dan Kapolsek Percut Seituan untuk benar-benar menegakan keadilan serta memberikan hukuman kepada para pelaku,” tutur Irwansyah sembari menambahkan akan terus mengawal kasus dugaan penodongan itu hingga selesai.

Diketahui, aksi koboy hingga terjadi pengancaman yang dilakukan RD bersama tiga rekannya di Pajak Enggang, Jalan Enggang, Perumnas Mandala, Kecamatan Percut Seituan, Senin (2/3) sekira Pukul 04.30 WIB.

Pagi itu RD bersama rekannya datang ke Pajak Enggang untuk mencari Rizal alias Zal, yang kerap mencuri di sekitaran lokasi hingga membuat resah warga sekitar.

Dengan arogannya, mereka membuka paksa pintu rolingdor kios yang dihuni Siharma Silalahi (korban). Saat rolingdor dibuka, dkorban sedang melakukan hubungan suami istri dengan istrinya. Disaat itu juga dengan nada lantang ke empatnya menanyakan di mana keberadaan Rizal alias Zal.

Dalam kondisi korban dan istrinya tidak mengenakan sehelai benang di badan, dengan rasa malu korban mengatakan tidak tahu keberadaan Rizal.

Dianggap menutupi keberdaan Rizal, ke empatnya melakukan pengerusakan terhadap pintu-pintu kios yang lain dan melakukan penganiayaan serta mengancam korban dengan sepucuk senjata mirip pistol ke arah kepala korban.

Ironi lagi, satu diantaranya sempat mengaku sebagai anggota polisi. Korban yang tidak tahu masalah bahkan sama sekali tidak kenal dengan Rizal lalu istri korban pun menjerit meminta tolong.

Kuatnya jeritan korban sehingga membangunkan tidur penjaga malam di pajak Enggang itu. Setelah penjaga malam datang, ke empatnya langsung pergi meninggalkan lokasi.

Selanjutnya penjaga malam itu mengatakan kepada istri korban bahwa orang yang mengancam korban dengan senjata oknum wartawan.

“Kini kasusnya sudah dilaporkan dan diproses penyidik Polsek Percut Seituan,” pungkas Siharma Silalahi. (Re)