Pria Ancam Presiden dan Rencana Meledakan Mako Brimob Ditangkap

( Foto .Ilustrasi)

Reportase.tv Jakarta- Pelaku pengancaman Presiden Jokowi dan rencana akan meledakan markas Brimob Kelapa Dua, Depok akhirnya berhasil ditangkap Bareskrim Mabes Polri. Tersangka diketahui berinsiial YY (31)

“Tersangka diduga melakukan tindak pidana pengancaman terhadap Presiden Jokowi dan pengancaman meledakkan Asrama Brimob Polri Kelapa Dua,” tutur Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo saat di konfirmasi wartawan, Rabu (12/6/2019).

Tersangka ditangkap Selasa tanggal 11 Juni 2019,sekitar pukul 11.45 WIB di kediamannya di kawasan Tapos Depok, Jawa Barat. YY ditangkap, setelah petugas mendapatkan informasi adanya percakapan dalam sebuat group whatsapp “silaturahmi” yang ditulis oleh tersangka YY.

“Group whatsapp ‘silaturrahmi’ merupakan komunitas pendukung salah satu pasangan calon presiden dalam pemilu 2019 yang berisikan 192 orang dan tersangka YY merupakan salah satu admin group tersebut,” turur Dedi.

“Kepada penyidik Tersangka YY mengaku termotivasi untuk menuliskan kalimat tgl 29 Jokowi harus MATI dan *Tunggu diberitakan dan ledakan dalam waktu dekat ini di asrama brimob kelapa dua sebelum tgl 29 adalah ingin mencari nama, pamor, dan ingin dikenal sebagai pendukung militan dari salah satu paslon capres 2019,” terang Dedi.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 29 juncto Pasal 45 B UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE, dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara dan atau denda paling bayak Rp 750 juta. Dan atau Pasal 6 atau Pasal 12 A atau Pasal 14 UU Nomor 5 Tahun 2018 tentang Perubahan atas UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang Penetapan Perpu Nomor 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme menjadi undang-undang dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun penjara. (Re)

Editor : Erlangga