Pro Kontra Sertifikasi Penceramah, Menag: Banyak Tanggapan yang Positif

Menteri Agama Fachrul Razi (foto: Instagram)

Reportase.tv, Jakarta – Menteri Agama Fachrul Razi mengakui program sertifikasi penceramah yang digagas lembaganya memang banyak menimbulkan pro kontra. Menurutnya, pihak Kemenag akan melakukan pendekatan terhadap pihak yang kontra terhadap program tersebut.

“Kami akan lakukan pendekatan lebih jauh, kami ingin semuanya bisa menerima dengan baik karena memang tujuannya baik untuk kepentingan umat dan bangsa di masa depan,” ujar Fachrul dalam keterangan tertulisnya, Rabu (9/9).

Pihak Kemenag, sambung Fachrul, juga telah melakukan koordinasi terkait program sertifikasi penceramah. Sejauh ini, dia mengklaim banyak tanggapan positif terkait hal tersebut.

“Selama kami lakukan koordinasi umumnya didapat kesepahaman,” jelasnya.

Program sertifikasi penceramah, kata Fachrul, bertujuan meningkatkan kompetensi individu di bidang dakwah. Program ini akan melibatkan sejumlah lembaga seperti Majelis Ulama Indonesia, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Lembaga Ketahanan Nasional, dan ormas-ormas Islam.

“Program ini terbuka dan direncanakan untuk 8.200 pegiat dakwah dan bersifat sukarela,” tuturnya.

Lebih jauh Fachrul menjelaskan, ada tiga tahapan dalam program sertifikasi penceramah. Langkah pertama dimulai dari penilaian atas pengembangan individu.

“Kedua, fiqih dakwah dan pelatihan kemampuan berbingkai moderasi beragama, metodologi keislaman, keterampilan dakwah era digital, konten moderasi beragama, dan wawasan kebangsaan. Ketiga, monitoring, evaluasi, dan rencana tindak lanjut partisipan pendampingan uji efektivitas program dan implementasi lapangan,” tandasnya.