Produk rumahan sele pisang di desa Randegan Kecamatan Wangon, Banyumas. (Foto: Kus)

Reportase.tv, Banyumas – Banyak cara masyarakat mencari peluang bisnis yang tidak perlu bermodal besar. Salah satunya industri rumahan di Desa Randegan, Kecamatan Wangon, Banyumas, Rabu (19/02/20).

Berawal dari modal 25 ribu rupiah, kini omzet industri sele pisang kering naik menjadi 2,5 juta rupiah per harinya. Bahkan saat ini mampu mempekerjakan 15 orang karyawan yang semuanya adalah ibu rumah tangga.

Ide yang bisa menghasilkan keuntungan besar ini adalah seorang Kepala Desa Randegan Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, bernama Sarman. Sejak tahun 2007 silam, ia mengeluti usaha sele pisang yang memiliki cita rasa yang berbeda gurih, asin, manis dan renyah.

Setiap hari pisang olahannya bisa merambah sampai ke kota besar di Indonesia. Menjadi salah satu komoditas unggulan karena bisa dibuat beragam menu makanan favorit yang bisa dinikmati, salah satunya sele pisang kering.

Dalam sehari SarmanĀ  memproduksi sele dan keripik pisang mencapai 1 tons yang dikerjakan 15 orang karyawan mulai dari mengupas, memotong, menggoreng hingga pengemasan.

“Tahun 2007 saya mulai usaha dengan modal 25 ribu rupiah, saat itu harga pisang hanya 500 rupiah. saya buat sele dan dijual di warung. Sele cukup laku dan saya tambah produksi sampai akhirnya bertambah besar seiring perjalanan waktu. Bahkan omset saat ini meningkat hingga 2,5 juta per harinya. Kami juga sedang mengembangkan sele kering dengan varian baru,” terang Sarman kepada reportase.tv.

Sele pisang kering memiliki beragam rasa, diantaranya asin, manis dan gurih serta renyah, tanpa menggunakan bahan pengawet maupun pemanis buatan dengan bahan pisang matang yang diperoleh langsung dari petani.

Tubri Wijayanto, salah satu pelanggan mengaku, sele kering yang diproduksi pak Sarman berbeda dengan sele yang dijual dipasarn, lebih enak gurih sekali dan seperti tidak ada minyaknya.

“Saya sering beli untuk oleh-oleh dibawa ke jakarta. Dulu pertama kali saya datang saya coba rasanya beda, sangat natural alami, enak jadi berlangganan samapai sekarang,” ujar Tubri. (Ms/Kus)