PT. Indonesia Power Mrica PGU Ajak Masyarakat Sekitar Perusahaan Ubah Sampah Jadi Bahan Bakar

Kepala SPS Keamanan dan Kehumasan PT. Indoensia Power Mrica Muhammad Amin Ikhsan memberikan pengarahan kepada peserta pelatihan pengolahan sampah dan sosialisasi teknologi biopelet dan biobriket .(foto/ahr)

Reportase.tv,Banjarnegara – PT. Indonesia Power (Persero) Mrica PGU Banjarnegara memanfaatkan sampah menjadi pengganti batu bara untuk bahan bakar pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Upaya ini dilakukan untuk membantu mengurangi sampah di Kabupaten Banjarnegara.

Sebagai langkah awal PT. Indonesia Power (Persero) Mrica PGU menggelar pelatihan pengolahan sampah dan sosialisasi teknologi biopelet dan biobriket di  Wanagro di Desa Blambangan Kecamatan Bawang Banjarnegara, Jawa Tengah.

Pelatihan  dilaksanakan selama dua hari 30 November hingga 1 Desember , dengan menggandeng kelompok masyarakat (Pokmas) Menakjingga  Desa blambangan. Untuk nara sumber PT. Indonesia Power menggandeng  Fakultas teknik dan Fakultas Kimia dari Universitas Diponegoro Semarang.

General Manager PT. Indoensia Power Mrica PGU PS Kuncoro Melalui Kepala SPS  Keamanan dan Kehumasan PT. Indoensia Power Mrica Muhammad Amin Ikhsan mengatakan, Pelatihan yang diberikan merupakan bagian dari upaya pengembangan potensi masyarakat melalui program Comdev PT. Indonesia Power untuk mitra binaan.

“Kali ini kita melibatkan kelompok yang ada disekitar Bendungan Penglima Sudirman dengan memberikan pelatihan pengelolaan sampah menjadi biopelet dan biobriket, Kita ingin memberdayakan lingkungan perusahaan untuk lebih memanfaatkan potensi potensi dilingkungannya  terpasuk sampah, sehingga bisa dimanfaatkan kembali atau di aur ulang menjadi barang yang memunyai nilai ekonomi, dan  untuk salah satunya untuk bahan bakar,” kata Amin kepada Media Rabu (1/12/2021).

Amin menambahkan, hasil olahan sampah untuk bahan bakar tersebut jika  volumenya  masih kecil akan dimanfaatkan untuk skala perumahan, Ia juga mengatakan jika energi terbarukan ini  potensinya  selalu muncul dan bisa diolah, tidak seperti baru bara karena habis karena di tambang.

Nara sumber dari Undip Semarang mempraktekan pemakaian bahan bakar dari sampah kayu untuk bahan bakar.(foto/ahr)

Terkait dengan segmen pasar bahan bakar ini , pihaknya juga akan mencoba memberikan link pasar, dan pihaknya  juga akan menyampaikan berapa kebutuhan bahan bakar dan sejauh mana bisa  dipenuhi dari mitra binaan

“Selama ini PT. Indonesia Power juga sudah melakukan pengolahan sampah yang terintegrasi, mulai dari pengambilan di area bendungan, pengangkutan hingga ke TPA, melalui  pelatihan program ini sebagian sampah mungkin bisa digunakan untuk energi  biopelet  atau biobriket, dan sudah ada pengepulan, jadi nanti tinggal pemilahan yang perlu dilakukan,” lanjutnya

Lebih jauh Amin mengatakan, sesuai kebijakan internasional dimana kita harus mengurangi batu bara dengan renewable energy yang diolah dari sampah untuk di kombaine dengan batu bara untuk pembakaran di PLTU.

“Sepertinya ini jadi peluang bagi masyarakat dan kita dari PLTA  yang akan menyerap,  namun jika masyarakat sudah segmen pasar sendiri  yang menjanjikan bisa dipasarkan langsung , ini tentunya akan meningkatkan ekonomi masyarakat,” katanya.

Guru Besar Fakultas  Teknik Undip  Prof Dr Ir. Widayat yang juga sebagai salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut mengatakan, pelatihan pengolahan sampah dan sosialisasi teknologi biopelet dan biobriket menjadi media untuk mensosialisasikan  sampah agar bisa diolah menjadi produk energi,  yaitu energi terbarukan.

“Jadi pada prinsipnya sampah adalah bio massa nanti kita merubah menjadi suatu bentuk yaitu dalam bentuk biopelet dan biobriket yang bisa dimanfaatkan oleh suatu perusahaan atau juga masyarakat,” jelasnya.

Terkait dengan program dari Indonesia Power, pihaknya sangat mendukung program dari PLN ini. “Kita berharap melalui program-program seperti ini kita mensubtitusi batubara dengan suatu bahan yang bisa mengurangi polusi karbondioksida,” katanya.(ahr)