Puluhan Apoteker Gelar Aksi Damai di Depan Sekretariat Banyumas

Reportase.tv, Purwokerto – Puluhan apoteker di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah menggelar aksi penolakan peraturan Menteri Kesehatan yang terbaru. Aksi digelar di halaman kantor sekretariat Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) cabang Banyumas, Kamis (6/2).

Aksi ini menanggapi diterbitkannya peraturan menteri kesehatan, PMK, No.3 tahun 2020 tentang klasifikasi dan perizinan rumah sakit yang menimbulkan keresahan di kalangan apoteker. Menurut mereka, Pasal 7 ayat 2 dianggap melecehkan profesi apoteker karena diklasifikasikan sebagai pelayan non medik yang sama dengan pelayan laundry dan pengolahan makanan,gizi.

“Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) no 3 tahun 2020, pasal 10 ayat (2) diubah bunyinya menjadi pelayanan nonmedik, sebagimana dimaksud dalam pasal 7 ayat (2) huruf c terdiri atas pelayanan laundry, pengolahan makanan, gizi, pemeliharaan sarana prasarana dan alat kesehatan, informasi dan komunikasi, pemulasaran jenazah, dan pelayanan nonmedik lainnya,” kata Ketua IAI Banyumas, Khafidz Sarifudin kepada Reportase.tv

Karena itu, mereka menuntut perubahan terhadap PMK tersebut. Menurut mereka, PMK tersebut telah merendahkan profesi apoteker dan menghilangkan hak hak pasien untuk mendapatkan pelayanan obat yang baik.

Aksi ini akan kembali dilanjutkan pada Jumat (7/2) besok. Mereka juga berjanji akan ada aksi besar-besaran pada Sabtu dan Minggu besok di Kota Solo. (kus)