Rapat Paripurna DPRD Kota Tegal, Walikota Sampaikan Raperda Pertanggungjawaban APBD

Walikota Tegal Dedy Yon Supriyono menyampaikan raperda pertanggungjawaban APBD. (Foto :Dok)

Reportase.tv, Tegal – Walikota Tegal H. Dedy Yon Supriyono, SE., MM menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pertanggungjawaban pelaksanaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tegal, Senin (29/06/2020) dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Tegal ke-19 dengan agenda Penyampaian Pengantar Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Tegal Tahun Anggaran 2019 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Tegal, dipimpin langsung oleh Ketua DPRD, Kusnendro, ST

Dalam sambutannya Walikota menyampaikan bahwa sesuai amanat UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, Pasal 31 Ayat (1), menyebutkan bahwa Gubernur/Bupati/Walikota menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban pelaksanaan APBD kepada DPRD berupa laporan keuangan setelah diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) selambat-lambatnya 6 (enam) bulan setelah tahun anggaran berakhir.

Rapat Paripurna juga dihadiri oleh Wakil Walikota Tegal Muhamad Jumadi, S.T., M.M., anggota Forkopimda, Sekda Kota Tegal, Para asisten, Kepala OPD di Lingkungan Pemkot Tegal.

Disebutkan Walikota, Laporan keuangan Pemerintah Daerah Kota Tegal telah melalui proses audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Jawa Tengah yang dilakukan dalam 2 (dua) tahap, yaitu tahap pemeriksaan pendahuluan dilaksanakan pada tanggal 27 Januari 2020 sampai dengan 25 Februari 2020.

Sementara tahap kedua, pemerinksaan secara dilakukan secara daring pada tanggal 16 Maret 2020 sampai dengan 5 Mei 2020.

“Pemeriksaan terinci tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Hal ini karena adanya pandemic virus Covid-19 yang sudah masuk ke wilayah Provinsi Jawa Tengah, sehingga dengan adanya hal ini maka dilakukan pembatasan aktivitas perkantoran. Oleh sebab itu, BPK melakukan pemeriksaan terinci secara daring,” ungkap Walikota.

“Menurut opini BPK, laporan Keuangan Pemkot Tegal menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material atau Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), posisi keuangan Pemkot Tegal tanggal 31 Desember 2019. Realisasi anggaran perubahan saldo anggaran lebih, operasional, arus kas, serta perubahan ekuitas untuk tahun yang berakhir tanggal tersebut,” lanjut Dedy Yon.

Dengan mendapatkan WTP, sesuai dengan standar akuntasi pemerintah atas pemberian opini WTP tersebut di atas maka Kota Tegal berhak mendapatkan Dana Insentif Daerah (DID) dari Pemerintah Pusat sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 14/PMK.07/2019 tentang Pengelolaan Dana Insentif Daerah. (*)