Ricuh Penggarap Dengan Polisi

LANGKAT, REPORTASE.TV
COM- Pembersihan lahan PTPN 2 Kebun Brahrang  yang berada di Desa Nambiki, Kecamtan Selesai, Kabupaten langkat,Sumatera utara, Senin(21/01) Berlangsung ricuh.

Puluhan warga terlibat bentrok dengan petugas kepolisian yang menjaga jalannya pembersihan.

Sejumlah wargapun dimankan polisi dan dibawa ke Mapolres Binjai.

Pembersihan lahan diklaim pihak PTPN 2 di areal PT. Langkat Nusantara Kepong (LNK ) masih masuk dalam hak guna usaha PTPN-2 hingga Tahun 2020 seluas 240 hektar berlangsung ricuh.

Berawal bentrokan pihak penggarap yang juga mengklaim lahan tersebut sebagai lahan peninggalan orang tua mereka mencoba untuk menyandera alat berat yang didatangkan pihak PT LNK.

Namun petugas yang mengetahui aksi tersebut kemudian mencoba menenangkan warga dan berdialog sesuai dengan prosedur yang ada.

Sayangnya puluhan warga masih terus bersikeras agar pembersihan lahan tersebut dibatalkan.

“ini murupakan lahan kami, kami minta petugas membawa kembali alat berat yang di bawa ke areal perkebunan teriakan para petani beserta para kaum ibu dan anak anak” teriak warga petani pendemo kepada petugas alat berat dan Kepolisian.

Karena tidak tercapai kata sepakat, akhirnya petugas memerintahkan agar alat berat terus bekerja dan membuat parit diareal tapal batas yang diklaim pihak PTPN 2 di areal PT Langkat Nusantara Kepong.

 

Melihat alat berat merangsek masuk dan mulai meruntuhkan sejumlah tanaman kelapa sawit, akhirnya spontan puluhan warga mencoba menghadang, dan kemudian bentrokanpun tak dapat dihindarkan. Warga dan Polisi terlibat aksi saling dorong.

 

Pihak kepolisian Polres Binjai kemudian mengamankan sedikitnya sepuluh  orang yang diduga menjadi provokator aksi dan penolakan pembersihan lahan tersebut.

 

Namun usaha polisi juga tidak berjalan mulus, sebab puluhan warga terdiri dari emak – emak dan anak – anak mencoba menghalangi petugas yang akan mengamankan warga yang diduga sebagai provokator.

 

Tapi usaha warga juga tidak mampu menghalangi petugas, akhirnya berhasil membawa warga ke Mapolres Binjai guna menjalani pemeriksaan.

 

Sementara itu,kuasa hukum PT LNK, Sastra mengatakan. “ Sebenarnya pembersihan lahan ini sudah melalui sejumlah tahapan, seperti mediasi hingga pemberian tali asih kepada warga yang sudah hampir 20 tahun menduduki lahan tersebut. Pemberishan lahan seluas 173 hektar ini di lokasi yang sudah menerima tali asih dari pihak perkebunan. Namun warga yang menolak pemberian tali asih, ujar kuasa hukum PT. LNK kepada Media.

 

Rencanya pembersihan lahan ini berlangusung sampai satu minggu kedepan dengan pengawalan dari pihak Kepolisian Polres Binjai, TNI Kodim 0203 Langkat, dan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Langkat.(PURBA)