RSI Banjarnegara Sulap Barang Bekas jadi Alat Cuci Tangan Tanpa Sentuh

tim informasi dan teknologi (IT) RSI mempraktekan pembuatan alat cuci tangan tanpa sentuh.(foto/ahr)

Reportase.tv,Banjarnegara – Rumah Sakit Islam (RSI) Banjarnegara, Jawa Tengah terus melakukan inovasi di bidang kesehatan. Dengan memanfaatkan barang bekas, RSI menyulapnya menjadi barang-barang yang bermanfaat berupa alat cuci tangan tanpa sentuh yang mampu mengeluarkan sabun dalam bentuk buih atau foam.

Alat tersebut akan diberi label BIH Infrared Handsoap (BIH, Banjarnegara Islamic Hospital).

“Dalam waktu kurang lebih satu bulan tim informasi dan teknologi (IT) RSI merealisasikan alat cuci tangan tanpa sentuh, jadi mulai dari mencuatnya ide, pengumpulan bahan, assembling, hingga barang jadi,” kata  Direktur RSI dr Agus Ujianto SpB yang juga sebagai Pembina tim kepada Reportase.tv, Sabtu (19/6/2021).

Dia berharap penemuan alat tersebut diharapkan mampu memberi sumbangsih kepada Banjarnegara dan bangsa. Terlebih di masa pandemi seperti saat ini. “Kami berharap alat sederhana ini mampu memberikan sumbangsih bagi masyarakat di masa pandemi,” ujarnya

Agus menambahkan, penemuan penemuan yang selama ini dihasilkan RSI sudah banyak digunakan di masyarakat. Bahkan di lembaga lembaga atau instansi milik pemerintah.

Basuki, Salah satu tim IT RSI mengatakan dalam membuat alat cucitangan tanpa sentuh dirinya bergabung dengan 5 orang, yaitu  Akbar, Della, Dodi, Harry.

Ia mengaku awalnya berfikir tentang bagaimana memanfaatkan sejumlah barang bekas disekitarnya agar jauh lebih bermanfaat. Yang akhirnya tercetuslah sebuah alat untuk mengeluarkan sabun berbentuk foam.

“Alatnya sebagian besar dari barang bekas. Mulai dari rotor bekas cd room, selang bekas infus printer, tempat sabun, botol bekas, batre bekas. Yang harus beli hanya sensor prosesornya,” jelasnya.

Basuki mengatakan, alat cuci tangan tanpa sentuh memiliki keunggulan diantaranya, mudah dipindahkan, wateeproof, tanpa sentuh, sumber daya batre awet sekali isi bisa digunakan sampai dua hari.

Sabun yang dihasilkan berbentuk foam lembut di tangan, tidak menyebabkan kulit kering. Sabun yang digunakan bisa sabun cair atau sabun batang yg ditumbuk dan dihaluskan.

“Untuk komposisi perbandingannya dua banding satu, dua air satu sabun. Tidak perlu dikocok, karena akan tercampur tersendiri karena ada alat mixingnya,” katanya.(**)