RSUD Dr. Mohammad Saleh Probolinggo Akhirnya Miliki Liquid Oksigen

Walikota Probolinggo, Hadi Zainal Abidin, saat meresmikan penggunaan sentral liquid oksigen UOBK RSUD Dr Mohamad Saleh
Walikota Probolinggo, Hadi Zainal Abidin, saat meresmikan penggunaan sentral liquid oksigen UOBK RSUD Dr Mohamad Saleh

Reportase.tv Probolinggo – Mengantisipasi kelangkaan oksigen selama penanganan COVID-19, RSUD dr Mohamad Saleh Kota Probolinggo akhirnya miliki tangki penyediaan liquid yang dapat didistribusikan ke seluruh ruangan rumah sakit.

Hal tersebut langsung diapresiasi oleh Walikota Probolinggo Hadi Zainal Abidin, saat meresmikan penggunaan sentral liquid oksigen UOBK RSUD Dr Mohamad Saleh, pada Sabtu (04/09/21), yang mana menjadikan masyarakat Kota Probolinggo tidak perlu khawatir lagi untuk mencari oksigen hingga ke luar kota.

“Saya mengapresiasi pada jajaran RSUD Dr Mohamad Saleh, yang betul-betul melakukan langkah-langkah cepat dengan adanya liquid oksigen ini. Efektivitasnya lebih dari 80 persen, karena tidak ada lagi delivery dan menunggu supply. Sehingga para dokter tidak ada lagi khawatir kehabisan oksigen untuk pasien-pasien yang dirawat di rumah sakit ini,” puji Wali Kota Hadi Zainal Abidin.

Acara yang juga ditayangkan secara virtual di akun media sosial Pemerintah Kota Probolinggo itu dihadiri Plt. Direktur RSUD Dr Moh Saleh dr Abraar HS Kuddah, Asisten Pemerintahan Gogol Sudjarwo, Kepala Pengisian Oksigen CV Candi Surya Gas Paiton Taruna Rahmad Setiadi, serta Perwakilan Bank Jatim Cabang Probolinggo.

Pembangunan liquid oksigen ini dianggarkan senilai Rp 300 juta.“Dana berasal dari refocusing anggaran, jika tidak ada refocusing anggaran tidak ada dananya. Jadi refocusing banyak manfaatnya. Kita geser dari anggaran-anggaran yang lainnya, kita utamakan untuk pelayanan kesehatan yang memang ini menjadi tantangan yang harus kita lakukan semuanya,” terangnya.

Habib Hadi pun berharap meskipun tersedianya liquid oksigen ini, ia tetap mengingatkan masyarakat agar tetap disiplin dan patuhi protokol kesehatan.“Mengenai penekanan pengendalian COVID 19 tidak bisa serta merta pemerintah yang melakukan. Tapi harus bersama-sama dengan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Plt Direktur RSUD Dr Moh Saleh dr Abraar HS Kuddah, menjelaskan mekanisme kinerja liquid oksigen.“Suatu teknologi yang sebetulnya sudah lama yang ada di Indonesia, cuma di Probolinggo baru saat ini Kota Probolinggo mendapatkan kesempatan,” jelasnya.

Ya, untuk sementara instalasi liquid oksigen masih ada pada ruang kegawatdaruratan seperti ruang UGD, ICU, ICCU, ruang isolasi dan ruangan-ruangan untuk pasien kelas I ke atas.

“Ini semua merupakan sebuah bentuk tanggung jawab seorang Walikota melalui rumah sakit daerah, dalam mewujudkam serta memudahkan untuk memberikan pelayanan terbaik terutama dalam kesehatan kepada masyarakat Kota Probolinggo,” Tambah Abrar.

Rencananya, pihak rumah sakit akan memasang di 10 titik ruangan untuk diinstalasi liquid oksigen. Jadi liquid oksigen bisa langsung dihirup secara normal di ruangan. (Phan)