Rumah Tua Milik Demang Belanda Cilenggang Tunggu Sentuhan Pemkot Tangsel

Reportase.tv Tangerang – Serpong Ternyata bukan hanya cerita terkenal seperti peristiwa berdarah rakjat serpong yaitu perang . Banyak peninggalan sejarah masih bisa disaksikan hingga kini di kabupaten tangerang yang kini dikenal dengan Tangerang selatan ini.

Ada sebuah peninggalan sejarah yang terletak di Kompleks unit aneka usaha PT. Perkebunan Nusantara VIII (PTPN VIII) yang kini menjadi PTP XI kampung Cilenggang Kecamatan Serpong. Tahun 1887 pada masa kolonial hindia belanda sat itu dikenal memiliki perkebunan karet yang sangat luas. 

Kebijakan pemerintahan kolonial saat itu fokus terhadap hasil perkebunan milik Republik Indonesia sangatlah menguntungkan dengan berlimpahnya sumber daya alam. Dan faktanya! perkampungan Cilenggang, Serpong adalah salah satu bukti fisik adanya perkebunan karet yang banyak memberikan keuntungan berlimpah bagi pemerintahan hindia belanda kala itu.

Namun karena banyak yang sudah dijadikan pemukiman, perkebunan tersebut kini hanya tinggal kenangan dan menyisakan rumah-rumah para pengawas kebun yang dulu didirikan pemerintah kolonial belanda.

“ Perkebunan karet disini adalah pusatnya komoditi karet bagi pemerintahan Belanda, Awalnya perkebunan di Indonesia ada 35 perkebunan, setelah terjadinya nasionalisasi tahun 1950an menjadi PTP XI dan lahan perkebunan tersisa 70.000meter akibat adanya perkembangan modernisasi kawasan di sekitaran perkebunan karet ini” jelas Ketua RT Sulaeman (anak eks.pegawai perkebunan) pekan lalu (11/8/2019).

” Di Era Pemerintahan presiden pertama Soekarno, PTP perkebunan karet menjadi soko ekonomi bagi bangsa Indonesia setelah di nasionalisasi, dan rumah-rumah tua yang pernah ditempati para demang Belanda menjad saksi bisu bahwa ada bukti sejarah dan hebatnya perkebunan karet di Cilenggang ini” tambah Sulaeman.

Pungkasnya “Dalam musrembang sering saya sampaikan agar rumah-rumah di kawasan ini menjadi cagar budaya kota tangsel, dan bisa dilestarikan sehingga sejarah pra kemerdekaan yang ada di Cilenggang tidak pernah pudar di telan zaman, mengingat rumah milik demang Belanda kian rapuh dan rusak berat”

Menurut warga, perkebunan karet milik Belanda konon luas jaraknya dari ujung taman makam pahlawan seribu sampai ke pemukiman di kawasan PTP XI Cilenggang. Banyak peninggalan berupa rumah-rumah tua milik Demang Belanda di situ saat ini membutuhkan sentuhan pemkot tangsel untuk dievitalisasi.

Sementara berdasarkan informasi dari dinas terkait pemerintahan Kota Tangerang Selatan, mereka tengah mengupayakan agar rumah-rumah tua peninggalan Belanda yang berada di PTP XI bisa dijadikan Cagar Budaya, bekerjasama dengan tim ahli cagar budaya dan balai pelestarian cagar budaya agar dibuatkan keputusan Walikota. (Hen)