Rumah Warga Di Zona Infeksius RS Islam Banjarnegara Direlokasi

Wakil Bupati Banjarnegara Syamsudin membuka pintu pertama rumah warga yang di relokasi dari zona infeksius Rs Islam Banjarnegara.(foto/doc)

Reportase.tv.Banjarneagara – Rumah Sakit (RS) Islam Banjarnegara, Jawa Tengah  melakukan relokasi terhadap satu kepala keluarga (KK) yang berada dalam zona infeksius di lingkungan RS Islam Banjarnegara.

Relokasi dilakukan demi kepentingan kesehatan warga yang berada disekitar rumah sakit. Pemindahanrumah tersebut dilakukan dari zona kurang aman ke zona yang jauh lebih aman dan nyaman.

Direktur RS Islam Banjarnegara dr Agus Ujianto mengatakan,  proses pemindahan rumah tersebut sudah berjalan bertahun-tahun dan dilakukan secara bertahap.

“Saat ini baru satu KK yang akan di relokasi, sementara tujuh KK lagi masih  dalam proses,” kata dr. Agus saat dikonfirmasi Sabtu (6/6/2020).

Agus menambahkan, luas tanah  mereka di lahan yang  lama diganti dengan luasan yang sama, dan masih ditambah dengan satu bangunan baru yang sangat layak. Lokasinya tidak jauh dengan rumah sakit, dan masih di Desa Bawang Kecamatan Bawang.

Agus menambahkan, sesuai aturan yang ada, rumah sakit memiliki kewajiban untuk membina daerah di sekitarnya, termasuk salah satunya dengan relokasi tersebut.

Ia juga berharap ketujuh KK lainnya turut membantu mewujudkan cita-cita rumah sakit agar tidak bertempat tinggal di zona infeksi.

“Kepindahan mereka adalah suatu bentuk hijrah, jika diniati ibadah maka ini luar biasa bermanfaat dan pasti akan bertambah pahalanya,” tambah Agus.

Pembina Yayasan Rumah Sakit Islam Banjarnegara Djasri mengaku merinding dan bersyukur atas usaha yang dilakukan RSI Banjarnegara atas kepeduliannya terhadap kesehatan warga sekitar.

Selain itu kesadaran yang tinggi dari masyarakat setempat juga turut berperan dalam mendukung partisipasinya untuk kepentingan masyarakat yang lebih luas.

Wakil Bupati Banjarnegara Syamsudin yang hadir dalam acara tersebut, menyambut positif keluarga yang bersedia direlokasi. Ia juga menyatakan tempat yang baru selain rumah baru yang asri, akses jalan juga mudah serta jauh dari zona infeksius.

“Pemilihan lokasinya bagus, nyaman, asri, akses jalan cukupmudah terjangkau. Saya juga masih melihat potensi ekonomi yang bisa dikembangkan, misalnya ekonomi kreatif, bisa pembibitan tanaman, jual beli tanaman hias atau lainnya,” katanya

Sementara Ngalimah perwakilan keluarga suratmi mengaku bersyukur atas relokasi tersebut, rumahnya kini aman dan tidak bikin was-was, terkait paparan penyakit. Selain itu, bentuk rumah dan lokasinya juga bagus, tidak terlalu jauh dari lokasi sebelumnya.

“Alhamadulillah sekali, kondisi rumahnya baru, bagus dan yang penting aman dan nyaman. Kami berharap keluarga dan saudara kami yang belum ikut direlokasi, segera mengikuti jejak kami,”katanya.<ahr>