Saksi Pembunuh Dijebloskan Dalam Tahanan, Jabatan Kapolsek Terancam Dicopot

Puluhan warga menggelar aksi demo di Mako Polsek Percut Sei Tuan tuntut warga berstatus saksi pembunuhan di bebaskan (foto; Istimewa)

Reportase.tv Medan – Polda Sumatera Utara sedang menyelidiki terkait adanya seorang saksi kasus pembunuhan yang mengalami luka lebam di bagian wajahnya usai menjalani pemeriksaan di Polsek Percut Sei Tuan. Bahkan, saksi yang diketahui bernama Sarpan (59) sempat dikabarkan ditahan selama 5 hari.

 

 

Kasubbid Penmas Polda Sumatera Utara AKBP MP Nainggolan dengan tegas menyatakan akan menyilidiki kenapa saksi tersebut mengalami luka lebam disekujur wajahnya. “Kasus yang di Polsek Percut Sei Tuan sudah kita selidiki,” kata dia, Rabu (8/7/2020).

 

 

Ketika disinggung apakah penyidik, Kanit Reskrim dan Kapolsek Percut Sei Tuan sudah dipanggil untuk menjalani pemeriksaan di Polda Sumatera Utara, MP Nainggilan tidak membantahnya. “Sudah,” singkatnya.

 

 

Bila memang ada pelanggaran yang ditemukan dalam kasus ini, dia menegaskan, pasti akan afa sanksi. “Dan kalau terbukti tentu kita akan beri sanksi,” tegas Nainggolan.

 

 

Bila memang terbukti bersalah, bisa saja pejabat di Polsek Percut Sei Tuan dicopot. “Kalau pencopotan jabatan itu namanya demosi. Tergantung kesalahannya seperti apa. Dan pencopotan itu tergantung pimpinan. Jadi bisa-bisa saja dicopot,” ucapnya.

 

 

Seperti diketahui, Ratusan warga Jalan Sidumolyo, Gang Gelatik Pasar 9, Desa Sei Rotan, Kecamatan Percut Seituan, berunjuk rasa di Mapolsek Percut Seituan, Senin (6/7/2020).

 

 

Pasalnya, pihak penyidik telah melakukan penahanan terhadap Sarpan warga Jalan Sidumolyo Kecamatan Percut Sei Tuan yang menjadi saksi dalam kasus pembunuhan selama lima hari. Bahkan, selama ditahan, kabarnya Sarpan mendapatkan perlakuan yang tidak baik.

 

 

Warga yang melakukan aksi meminta agar rekannya Sarpan segera dibebaskan. Tak hanya itu, dengan membawa spanduk mereka meminta agar Kapolsek Percut Seituan dan Kanit Reskrimnya dicopot dari jabatannya.

 

 

Diketahui, Dodi Somanto (41) tewas dengan kondisi mengenaskan setelah bagian kepalanya dicangkul, Kamis (2/7). Peritiwa ini pun sontak membuat warga yang bermukim di Jalan Sidumolyo, Gang Gelatik Pasar 9, Desa Sei Rotan, Kecamatan Percut Seituan, heboh.

 

 

Peristiwa maut ini bermula ketika korban Dodi bersama temannya bekerja merehab dinding kamar rumah Lomo (60). Lalu, ketika korban dalam keadaan jongkok dan sedang mengaduk semen datang pelaku berinisial A (24) langsung mengayunkan cangkul menebas leher korban hingga meninggal dunia. (Re)