Salurkan Pekerja Migran Secara Ilegal, Polresta Banyumas Amankan YUN

Reportase.tv, Banyumas – Unit IV Sat Reskrim Polresta Banyumas Polda Jawa Tengah berhasil ungkap kasus pelaku tindak pidana yang menempatkan pekerja migran Indonesia secara ilegal, Kamis (21/01/2021).

Peristiwa tersebut terjadi di perusahaan atau PT yang bergerak di bidang jasa penempatan pekerja migran Indonesia dengan alamat kantor di wilayah Kecamatan Patikraja pada Januari tahun 2020 lalu.

Kapolresta Banyumas Kombes Pol M. Firman L. Hakim, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Kasat Reskrim Kompol Berry, S.T., S.I.K., mengatakan bahwa pelaku YUN (42) warga Patikraja ini memberangkatkan LSA (22) warga Kemranjen untuk bekerja sebagai ART di Malaysia dengan cara membuat passport biasa (kunjungan) dan memberikan dalih bahwa korban akan berangkat untuk berlibur dengan menunjukkan tiket perjalanan pulang-pergi seolah akan berlibur ke Malaysia kepada pihak Imigrasi.

Sebelum pemberangkatan ke Malaysia, korban menginap di rumah pelaku selama satu Minggu dan diberikan pelatihan berupa adat kebiasaan orang Malaysia maupun bahasa yang digunakan di Malaysia oleh pelaku.

Kemudian pelaku mendampingi korban untuk berangkat melalui Bandara di Yogyakarta menuju Batam, setelah dari Batam menggunakan kapal menuju Malaysia.

Sesampainya di Malaysia pelaku bersama korban menemui agen yg merupakan kenalan pelaku untuk akhirnya korban diantar dan dipekerjakan dengan bos tempat korban akan bekerja.

“Pelaku diberi upah oleh bos korban di Malaysia sebesar 6000 Ringgit atau sekitar 20 juta rupiah”, ucapnya.

Lebih lanjut Kasat Reskrim menambahkan bahwa pelaku YUN merupakan Kacab PT tersebut, akan tetapi dalam perkara ini yang bersangkutan bertindak atas perorangan bukan PT.

“Selain itu sejak bulan Mei 2020, korban tidak bisa dihubungi oleh keluarga dan keberadaan masih di Malaysia atau tidak dapat dipulangkan ke Indonesia dengan alasan Malaysia menerapkan Lockdown keluar negara”, terangnya.

Saat ini YUN beserta barang bukti berupa satu set komputer merk Acer, satu buah HP merk Oppo Reno 3 warna silver, satu bundel foto copy KK, Ijazah SD SMP SMA, KTP dan biodata korban LSA dan satu bundel foto copy persyaratan pengajuan pasport kunjungan milik korban kami amankan di Mapolresta guna penyidikan lebih lanjut.

“Atas perbuatannya, YUN dijerat Pasal 81 jo Pasal 69 UU No 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia”, tutupnya. (kus)