Satresnarkoba Banjarnegara Ringkus Napi Asimilasi Saat Akan Bertransaksi Narkoba

Kasat Resnarkoba Polres Banjarnegara Akbarul Hamzah menunjukan barang bukti berupa serbuk kristal putih serta barang bukti lainnya.(foto/anhar)

Reportase.tv,Banjarnegara – Satresnarkoba Polres Banjarnegara mengamankan KDR, (40)  warga Desa Bakal  Kecamatan Batur Banjarnegara, Jawa Tengah.

KDR yang merupakan napi asimilasi di Kalimantan ini diamankan saat akan bertransaksi narkoba jenis sabu di komplek SPBU Desa Blambangan Kecamatan Bawang .

Dalam penangkapan tersebut polisi mengamakan barang bukti berupa 3 buah paket plastik klip bening yang berisi serbuk kristal putih yang disimpan di celana dan jaket. Barang bukti lain yang berhasil ditemukan adalah satu buah HP Samsung, pipet kaca serta  bong alat hisap sabu.

Pengungkapan kasus ini bermula ketika petugas Satresnarkoba Polresta Banjarnegara mendapat informasi dari masyarakat akan adanya transaksi narkoba di sekitaran komplek SPBU Desa Blambangan Kecamatan Bawang Banjarnegara.

Mendapati laporan tersebut petugas langsung melakukan pengintaian dan mendapati seorang yang mencurigakan di pinggir jalan  jalan SPBU pertamina Blambangan.

Karena semakin mencurigakan, anggota resnarkoba kemudian mendatangi tersangka dan melakukan penggledahan.

“Kami kemudian mengamankan tersangka berikut barang buktinya ke polres Banjarnegara untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut,” Ujar Kasat  Resnarkoba Polres Banjarnegara Akbarul Hamzah saat konferensi pers di Polres Banjarnegara Senin (14/9/2020).

Tersangka sendiri terancam pasal 112 ayat 1 no 35 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman pidana penjara paling sedikit 4 tahun dan paling lama 12 tahun atau denda sedikitnya 800 juta  dan maksimal 8 Milliar.

Tersangka KDR merupakan napi asimilasi, sebelumnya tersangka melakukan kejahatan pencurian pompa air di perusahaan kontraktor di Kalimantan dan baru menjalani hukuman 3 bulan dari 5 bulan masa tahanan yang seharusnya dijalani.

“Sisa hukuman dua bulan nantinya bisa ditambahkan dengan hukuman yang akan dijalaninya,” katanya.<ahr>